Tutup
News

BNPB Mencatat Ratusan Jiwa Melayang Akibat Bencana

216
×

BNPB Mencatat Ratusan Jiwa Melayang Akibat Bencana

Sebarkan artikel ini
kepala-bnpb:-174-meninggal-dunia,-79-hilang-dan-12-luka-luka-atas-bencana-hidrometeorologi-di-aceh,-sumut-serta-sumbar
Kepala BNPB: 174 Meninggal Dunia, 79 Hilang dan 12 Luka-Luka Atas Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumut serta Sumbar

Silangit – Bencana hidrometeorologi melanda Sumatera Utara, aceh, dan Sumatera Barat. BNPB mencatat 178 orang meninggal dunia, 79 hilang, dan 12 luka-luka.

kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan perkembangan penanganan bencana ini dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Jumat (28/11).

Di Sumatera Utara, korban meninggal mencapai 116 jiwa dan 42 orang masih hilang. Korban tersebar di tujuh wilayah.

“Data ini akan terus berkembang karena masih ada titik-titik yang belum ditembus,” ujar Suharyanto.

Sejumlah titik pengungsian masih dalam pendataan, kecuali di Humbang Hasundutan yang memiliki 1 titik. Mandailing Natal memiliki 8 titik pengungsian.

Akses transportasi terganggu akibat infrastruktur yang rusak. Jalur nasional Sidempuan-Sibolga dan Sipirok-Medan terputus.

Alat berat dikerahkan untuk membuka akses.

Logistik seperti beras, makanan siap saji, tenda, terpal, dan family kit telah disalurkan. Pemerintah pusat mengerahkan personel BNPB, TNI/Polri, serta dukungan lintas kementerian/lembaga.

bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, dan kebutuhan konsumsi juga telah disalurkan.Jaringan telekomunikasi terganggu akibat bencana ini. BNPB menyediakan alat penyedia jaringan internet Starlink di lokasi pengungsian dan posko penanganan darurat.

“Starlink sudah didistribusikan ke pemerintah daerah,” kata Suharyanto.Di Aceh, BNPB mencatat 35 korban meninggal, 25 hilang, dan 8 luka-luka. korban terbanyak berasal dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah.

“Data akan terus berkembang. Sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia,” kata Suharyanto.

Pengungsian tersebar di 20 kabupaten/kota,termasuk 96 titik di Kota Lhokseumawe.Akses transportasi di beberapa wilayah aceh mengalami kerusakan signifikan.

Jalur nasional perbatasan Sumut-Aceh terputus akibat longsor. Kerusakan jembatan di Meureudu menyebabkan terhentinya konektivitas Banda Aceh-Lhokseumawe-Aceh Timur-Langsa-Aceh Tamiang.

Starlink telah dipasang di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Penyaluran logistik dilakukan di kota Lhokseumawe.

Pemerintah pusat mengerahkan 26 personel BNPB serta mengirimkan bantuan Presiden.

Sementara itu,di Sumatra Barat,tercatat 23 korban meninggal,12 hilang,dan 4 luka-luka. korban tersebar di lima wilayah.

“Di Sumatra Barat itu 23 meninggal dunia, 12 hilang dan 4 luka-luka,” ungkap Suharyanto.

Pengungsi terdata ada 3.900 KK. Kerusakan juga terjadi pada sarana transportasi,termasuk lima jembatan rusak di Padang Pariaman.

Longsor terjadi pada jalur nasional Bukittinggi-Padang.

BNPB bersama pemerintah daerah telah menyalurkan logistik darurat. Bantuan Presiden juga telah tiba.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, kementerian/lembaga terkait, serta relawan untuk percepatan penanganan darurat.

Sebagai respons terhadap peningkatan risiko bencana, BNPB memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara serentak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera barat.

Operasi ini bertujuan mengurangi potensi curah hujan di kawasan rawan bencana. Di Aceh,OMC baru resmi dimulai hari ini.

Di Sumatera Utara, operasi telah dimulai lebih awal. Sementara itu, operasi di Sumatera Barat dijadwalkan akan mulai beroperasi besok.