Tutup
EkonomiNewsTeknologi

Bobibos Jerami: Masyarakat Menanti Pemanfaatan Bahan Bakar

218
×

Bobibos Jerami: Masyarakat Menanti Pemanfaatan Bahan Bakar

Sebarkan artikel ini
bahan-bakar-jerami-bobibos-jadi-sorotan,-kapan-mulai-bisa-digunakan-massal?
Bahan Bakar Jerami Bobibos Jadi Sorotan, Kapan Mulai Bisa Digunakan Massal?

Jakarta – Bahan bakar alternatif bernama Bobibos (Bahan Bakar Original buatan Indonesia, Bos) menjadi sorotan. Inovasi ini terbuat dari limbah jerami.

Bobibos digadang-gadang menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain itu, inovasi ini berpotensi meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.

Namun, pemerintah dan akademisi menekankan perlunya kajian mendalam sebelum pemanfaatan lebih lanjut.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan Bobibos harus melalui verifikasi ilmiah.

“Kita ingin lihat dulu kajiannya. Karena kita ingin semua ini betul-betul yang diutamakan agar ramah lingkungan,” kata Erwan,Selasa (18/11/2025).

Erwan menambahkan, pihaknya belum menerima laporan teknis resmi terkait bobibos.

Bobibos merupakan inovasi dari PT Inti Sinergi Formula. Produk ini diperkenalkan pada 2 November 2025 di Jonggol, kabupaten Bogor.

M. Ikhlas Thamrin dan tim risetnya mengembangkan bahan bakar ini.

Jerami diproses melalui teknologi bioenergi dan serum khusus. Hasilnya, bahan bakar berperforma tinggi yang diklaim setara RON 98.

Bobibos juga diklaim mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol.

Potensi Bobibos dinilai besar karena bahan bakunya melimpah. Jika produksi terdesentralisasi, biaya distribusi bisa ditekan dan petani mendapat penghasilan tambahan.

Pakar energi Universitas Islam riau (UIR), Ira Herawati, menilai Bobibos sebagai inovasi yang patut diapresiasi, namun perlu diuji lebih lanjut.

“Jadi, saya pikir ini sesuatu hal yang angin segar dan perlu diberi ruang untuk apresiasi, tetapi juga memang perlu pembuktian lebih lanjut,” ujar Ira.