Jakarta – Boeing Defense mengambil langkah tegas dengan membuka lowongan kerja untuk menggantikan ribuan karyawan yang mogok kerja. Keputusan ini diambil setelah ribuan pekerja menolak tawaran kenaikan gaji dari perusahaan.Langkah kontroversial ini diumumkan melalui surat elektronik kepada seluruh karyawan. Sebanyak 3.200 pekerja sebelumnya menolak tawaran kenaikan gaji yang diajukan perusahaan.
Wakil Presiden Boeing Defense, Dan Gillian, menegaskan perekrutan ini krusial untuk memastikan operasional perusahaan tetap berjalan lancar.
“Hari ini, kami memulai proses untuk merekrut pekerja pengganti tetap untuk posisi manufaktur,” tulis Gillian dalam emailnya, Kamis (4/9), seperti dilansir Reuters.
Boeing berencana menggelar pameran kerja pada 16 September mendatang. Karyawan baru akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi yang setara dengan karyawan lainnya.Keputusan Boeing ini langsung menuai kecaman dari serikat pekerja.Asosiasi Internasional Mekanik dan Pekerja Antariksa (IAM) menilai langkah ini justru memperkeruh suasana.
Presiden IAM Internasional menyatakan Boeing seharusnya bernegosiasi dengan pekerja yang berdedikasi dan berpengalaman, bukan mencari pengganti.
guru besar hukum tenaga kerja Sekolah Hukum Harvard, Sharon Block, menjelaskan undang-undang memang memperbolehkan perusahaan merekrut pekerja pengganti permanen saat terjadi aksi mogok.
Namun, Block menambahkan, karyawan pengganti bisa diberhentikan jika aksi mogok berakhir dan tercapai kesepakatan antara serikat pekerja dan perusahaan.
Sebelumnya, 3.200 karyawan Boeing Defense melakukan aksi mogok kerja menuntut kenaikan gaji. Tawaran kenaikan gaji dan kontrak baru selama empat tahun yang diajukan Boeing ditolak mentah-mentah oleh para pekerja.
Aksi mogok yang dimulai sejak 4 Agustus lalu telah menyebabkan perlambatan produksi di Boeing Defense. Perusahaan terpaksa mengandalkan karyawan yang tidak tergabung dalam serikat pekerja untuk menjaga produksi tetap berjalan.







