Tutup
Perbankan

Bos Bapanas Wanti-wanti Data Pasar Induk Beras Cipinang Harus Akur!

222
×

Bos Bapanas Wanti-wanti Data Pasar Induk Beras Cipinang Harus Akur!

Sebarkan artikel ini
bos-bapanas-wanti-wanti-data-pasar-induk-beras-cipinang-harus-akur!
Bos Bapanas Wanti-wanti Data Pasar Induk Beras Cipinang Harus Akur!

Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan perhatian khusus terhadap akurasi data stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), mengingat perannya sebagai tolok ukur ketersediaan beras secara nasional. Arief Prasetyo Adi, Kepala Bapanas, menegaskan pentingnya validitas data yang tercatat dengan kondisi riil stok beras.

Penegasan ini disampaikan setelah Arief melakukan inspeksi mendadak ke PIBC, menyusul atensi yang diberikan oleh menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terkait isu data di PIBC. “Jadi kita visit langsung ke sana dan kita sampaikan bahwa penghitungan stok itu harus akurat, karena pasar Induk Beras Cipinang itu menjadi salah satu barometer untuk pengukuran,” ungkap Arief di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Ia menambahkan bahwa pembaruan data secara berkala mengenai jumlah stok serta pergerakan keluar masuk beras di PIBC sangatlah penting. “Jadi kalau misalnya Pasar Induk Beras Cipinang memerlukan stok berapa tiap hari in-out nya berapa, itu juga harus update,” jelasnya.

Bapanas menginstruksikan PT Food Station tjipinang Jaya untuk memperbarui data secara akurat melalui metode stock opname. “stock opname itu maksudnya nilai buku sama nilai fisik itu harus cocok, terkonfirmasi. Jadi jangan sampai datanya tidak akurat, jadi hanya itu saja saran kita kepada teman-teman di pasar Induk Beras Cipinang,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyatakan komitmen pemerintah untuk menindak praktik kecurangan yang merugikan petani dan masyarakat, termasuk dugaan manipulasi stok beras oleh mafia pangan.Kementan bekerja sama dengan Satgas Pangan Mabes Polri untuk menyelidiki fluktuasi harga dan distribusi beras, khususnya di PIBC.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri, segera turun. Jangan biarkan konsumen dan produsen itu menjerit. Kita harus meredam. Jangan ada segelintir orang yang ingin merusak negara kita. Kita harus berkolaborasi, negara harus kuat, negara tidak boleh kalah dari mafia,” kata Amran.

Amran mengungkapkan indikasi manipulasi data stok beras di PIBC berdasarkan data dari Food Station Tjipinang dan investigasi lapangan. Ia menyoroti lonjakan drastis jumlah beras yang keluar dari pasar. “Harga beras di tingkat petani penggilingan turun. Itu sesuai BPS,bukan data saya. Tapi harga di konsumen itu naik. Artinya apa? Ada yang tidak benar. Yang kedua adalah data dari cipinang yang kita dapatkan, ada yang tidak normal. Yang biasanya beras masuk keluar itu 1.000-3.500 ton per hari, tapi ada satu hari selama lima tahun, satu hari keluar 11.000 ton,” jelas Amran.

Satgas Pangan Mabes Polri, yang dipimpin oleh Brigjen Pol. Djoko Prihadi dan Brigjen Pol. Kurniawan Affandi, melakukan investigasi terkait dugaan kenaikan harga dan penipisan pasokan beras. Investigasi tersebut menghasilkan beberapa temuan, di antaranya data pengeluaran beras pada 28 Mei 2025 sebesar 11.410 ton tidak valid. Data riil yang terverifikasi hanya 2.368 ton. Selain itu, stok 46.551 ton yang dilaporkan tidak berdasarkan pengamatan aktual di lapangan, melainkan laporan pengelola toko atau data kiriman. Satgas juga menemukan bahwa pengeluaran beras menggunakan kendaraan pribadi tidak tercatat dan tidak ada SOP resmi stock opname di PIBC. Stock opname terakhir dilakukan pada Oktober/November 2023, dan baru dilakukan kembali pada Mei 2025 atas perintah pimpinan.