Tutup
EkonomiNews

BPH Migas Bongkar Modus Mobil Mewah ‘Nakal’ Isi BBM

195
×

BPH Migas Bongkar Modus Mobil Mewah ‘Nakal’ Isi BBM

Sebarkan artikel ini
bph-migas-bongkar-modus-mobil-mewah-‘minum’-bbm-subsidi,-begini-praktiknya
BPH Migas Bongkar Modus Mobil Mewah ‘Minum’ BBM Subsidi, Begini Praktiknya

Jakarta – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) membongkar kecurangan pemilik mobil mewah yang mengakali aturan untuk menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Salah satu modusnya adalah penggunaan pelat nomor palsu.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan modus operandi tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, senin (24/11/2025).

Wahyudi menjelaskan, mobil-mobil mewah itu kerap menggunakan pelat nomor palsu saat mengisi BBM subsidi di SPBU. Setelah selesai mengisi, pelat nomor tersebut langsung diganti dengan yang asli.

“Beberapa kondisi munculnya QR yang secara kondisi fisik kendaraannya tidak sesuai, dan biasanya cetak pelat nomor, dipasang kembali, masuk-keluar SPBU,” ujarnya.

Modus lain yang ditemukan adalah kendaraan berpelat Sumatera yang membeli BBM subsidi di Jawa dan Kalimantan.

“QR ini rata-rata pelat Sumatera, tapi belinya di Jawa Timur, di Kalimantan, atau di Jawa Tengah dan seterusnya,” ungkap Wahyudi.

BPH Migas telah memblokir 311 ribu QR code yang diduga melanggar ketentuan pengisian BBM subsidi.”Sudah hampir 311 ribu QR itu diblokir. Untuk pengurusan kembali, itu verifikasinya sangat ketat.Itu dikerjakan terintegrasi antara Pertamina patra dan BPH,” tegasnya.

Sebelumnya,Anggota Komisi XII DPR RI,Syarif Fasha,menyoroti penyaluran BBM subsidi yang tidak tepat sasaran.Ia menemukan mobil-mobil mewah keluaran terbaru masih menikmati solar subsidi.

“Terkait dengan aturan yang hanya menyebutkan jumlah CC mobil yang boleh beli Pertalite, yang boleh beli solar, harusnya ditambahkan dengan tahun (keluaran) mobil. Jangan sampai ada mobil Fortuner atau mobil Pajero tahun 2025, tetapi dia bisa beli solar,” kata Fasha.

Fasha menilai, aturan dan pengawasan yang kurang ketat menjadi penyebab utama masalah ini. Ia menyoroti banyaknya QR code yang sengaja ditempelkan pada kendaraan yang tidak sesuai ketentuan.