Tutup
News

BRI Genjot Pembiayaan Hijau, Portofolio Berkelanjutan Sentuh Rp807,8 Triliun

347
×

BRI Genjot Pembiayaan Hijau, Portofolio Berkelanjutan Sentuh Rp807,8 Triliun

Sebarkan artikel ini
terbesar-di-indonesia,-portofolio-sustainable-finance-bri-capai-rp807,8-triliun
Terbesar di Indonesia, Portofolio Sustainable Finance BRI Capai Rp807,8 Triliun

Jakarta – BRI terus genjot pembiayaan berkelanjutan hingga mencapai Rp807,8 triliun pada triwulan II 2025.

Angka ini setara dengan 64,01% dari total portofolio pembiayaan bank BUMN tersebut.

Direktur Human Capital & Compliance BRI, Ahmad Solichin Lutfiyanto, menyatakan komitmen perseroan terhadap ekonomi hijau dan inklusif.

“Prinsip keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi jangka panjang BRI,” tegasnya.

Setiap kebijakan dan lini bisnis operasional BRI mempertimbangkan keseimbangan antara potensi bisnis,manajemen risiko,serta dampaknya terhadap aspek sosial dan lingkungan.

Pembiayaan berkelanjutan BRI terdiri dari social loan sebesar Rp715,5 triliun,green loan senilai Rp86,9 triliun,serta investasi pada ESG-based corporate bonds senilai Rp5,4 triliun.

Social loan disalurkan kepada UMKM sebagai dukungan terhadap inklusi keuangan dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Sementara itu, green loan dialokasikan untuk proyek energi baru terbarukan, transportasi ramah lingkungan, bangunan hijau, dan berbagai Kegiatan Usaha berwawasan Lingkungan (KUBL).

Selain penyaluran kredit, BRI juga menerbitkan instrumen pendanaan berbasis keberlanjutan seperti sustainability Bond, Green Bond, dan Social Bond.

Hingga triwulan II 2025, portofolio enduring funding BRI mencapai 65,65% dari total wholesale funding yang dihimpun.

Dalam penerbitan bond berbasis keberlanjutan, BRI mengacu pada standar nasional dan internasional, termasuk POJK No. 60 tahun 2017 dan guidelines dari International Capital Market Association (ICMA).

Penyaluran dana dari Green Bond dan Social Bond menyasar sektor berkelanjutan seperti energi terbarukan,pengelolaan lahan berkelanjutan,serta penciptaan lapangan kerja melalui penyaluran KUR dan Kupedes.

Langkah ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Lasting Growth Goals (SDGs) Indonesia, khususnya pada Goals No.8 dan Goals No. 11.