Tutup
News

BRI Pacu Swasembada Pangan, Danai Program Sapi Merah Putih Unggulan

362
×

BRI Pacu Swasembada Pangan, Danai Program Sapi Merah Putih Unggulan

Sebarkan artikel ini
bri-dukung-program-sapi-merah-putih,-dorong-swasembada-pangan-nasional
BRI Dukung Program Sapi Merah Putih, Dorong Swasembada Pangan Nasional

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui Program Sapi Merah Putih. Program ini berfokus pada peningkatan genetik sapi perah di peternakan rakyat.dukungan BRI meliputi pembiayaan, pendampingan, dan penguatan ekosistem peternakan.

Direktur Utama BRI,Hery Gunardi,menegaskan dukungan ini selaras dengan misi BRI untuk hadir di tengah masyarakat,khususnya dalam sektor pangan dan agribisnis.

“Sebagai bank yang fokus pada UMKM, BRI mendorong keberhasilan Program Sapi Merah Putih,” ujarnya saat peluncuran program di flona 2025, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (29/08).

Acara peluncuran dihadiri oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Rachmat Pambudy, Direktur Utama BRI Hery gunardi, dan Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto.

Peningkatan kebutuhan susu nasional menjadi tantangan besar bagi ketahanan pangan Indonesia.

Pada tahun 2023,kebutuhan susu mencapai 4,53 juta ton,sementara produksi dalam negeri hanya 0,84 juta ton. Kekurangan ini dipenuhi melalui impor sebesar 3,7 juta ton.

Kementerian PPN/bappenas RI menggandeng PT Moosa Genetika Farmindo (Moosa Genetics) dan IPB untuk mengembangkan sapi perah unggul melalui Program Sapi Merah putih.

BRI memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas transaksi keuangan, pembiayaan modal kerja, dan investasi bagi PT Moosa dan mitra bisnisnya.

PT Moosa sendiri merupakan perusahaan bioteknologi yang fokus pada peningkatan genetik sapi lokal dan sapi perah.

BRI optimis kontribusi ini akan memperkuat basis produksi sapi lokal dan mengurangi ketergantungan impor susu.”Kami berharap Program Sapi Merah Putih menjadi simbol swasembada pangan dan motor penggerak ekonomi kerakyatan di pedesaan,” pungkas Hery Gunardi.