Tutup
EkonomiNewsPolitik

BSPS Bangun Martabat, Keluarga Indonesia Raih Masa Depan

80
×

BSPS Bangun Martabat, Keluarga Indonesia Raih Masa Depan

Sebarkan artikel ini
ibas-sebut-program-bsps-bantu-masyarakat-berpenghasilan-rendah-punya-rumah-layak-huni
Ibas Sebut Program BSPS Bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah Punya Rumah Layak Huni

Magetan – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan pembangunan rumah layak huni bukan sekadar membangun fisik.

Lebih dari itu, pembangunan rumah adalah membangun martabat dan masa depan keluarga Indonesia.

Penegasan ini disampaikan Ibas saat meninjau Program Bantuan stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Magetan.

ibas menjelaskan, Ramadan mengajarkan nilai kepedulian, empati, dan semangat berbagi.

Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan Program BSPS sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Hari ini kita tidak hanya membangun rumah, kita membangun martabat. Rumah bukan sekadar atap, rumah adalah rasa aman,” kata Ibas, Sabtu (28/2/2026).

Program BSPS merupakan upaya negara membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian layak.

Program ini menekankan semangat gotong royong, di mana negara memberikan stimulan dan masyarakat berpartisipasi aktif.

Dalam kunjungan tersebut, Ibas meninjau langsung rumah warga penerima bantuan BSPS yang telah direalisasikan kepada 20 keluarga di Kelurahan Tinap.

Masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp20 juta untuk memperbaiki kondisi rumah yang sebelumnya kurang layak huni.

Ibas mengingatkan, hak atas tempat tinggal yang layak dijamin dalam UUD 1945 Pasal 28H.

Pelaksanaan program perumahan harus dipandang sebagai amanat konstitusi yang wajib dijaga bersama.

“Rumah yang layak melahirkan harapan yang layak. Ketika rumah kuat, keluarga menjadi tenang,” ujarnya.

“ketika keluarga tenang, anak-anak memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan berani bermimpi. Dari situlah lahir generasi unggul yang akan membawa kemajuan desa dan bangsa,” imbuhnya.

ibas juga mendorong agar pembangunan rumah sejalan dengan penguatan potensi desa,mulai dari sektor pertanian yang tangguh,UMKM yang naik kelas,hingga lahirnya anak-anak berprestasi.

“Setiap keluarga harus punya cita-cita. Setiap rumah harus punya harapan,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersamaan, merawat semangat gotong royong, dan terus melangkah membangun desa.

“Jika desa kuat, negeri kuat. Indonesia Maju. Ramadan religi, menguatkan negeri,” pungkasnya.