Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berencana mengakuisisi anak usaha asuransi dan perusahaan pembiayaan (multifinance) pada tahun 2026.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari rencana aksi korporasi untuk memperkuat bisnis pembiayaan perumahan yang menjadi fokus utama BTN.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan rencana tersebut mencakup penguatan modal di sektor asuransi dan pendirian anak usaha pembiayaan syariah.
“Ini adalah seluruh inisiatif BTN di tahun 2026,” kata Nixon dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Senin (26/1).
BTN saat ini tengah mengusulkan kepada pemerintah, melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, agar diberi kesempatan mengakuisisi perusahaan asuransi yang relevan dengan pembiayaan perumahan.
Nixon menjelaskan, kebutuhan akan perusahaan asuransi ini terkait dengan penguatan ekosistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya dalam penyediaan mortgage insurance.
“Kita memang butuh mortgage insurance hari ini,” ujarnya.
Saat ini, BTN masih dalam tahap awal pembahasan dengan Danantara terkait rencana akuisisi ini.
Sejalan dengan rencana ekspansi,BTN menargetkan pertumbuhan kredit 8-9 persen pada 2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar target ini dinaikkan, mengingat kinerja BTN pada 2025 mencapai sekitar 12 persen.
BTN juga menargetkan pertumbuhan laba bersih 20-22 persen, seiring dengan penyelesaian kredit bermasalah.
Dari sisi efisiensi,BTN menargetkan penurunan cost of fund di bawah 3,6 persen dan cost of credit di kisaran 1-1,2 persen.
Rasio kredit bermasalah (NPL) ditargetkan turun di bawah 3 persen.
Rencana akuisisi ini muncul di tengah agenda konsolidasi BUMN asuransi yang sedang disiapkan Danantara.
Danantara berencana memangkas jumlah BUMN asuransi dari 15 menjadi hanya tiga perusahaan inti.







