Tutup
NewsPariwisataPerbankan

BTN Gandeng Ancol, Genjot Sektor Pariwisata Nasional

209
×

BTN Gandeng Ancol, Genjot Sektor Pariwisata Nasional

Sebarkan artikel ini
btn-gandeng-ancol-genjot-kolaborasi-perbankan-dan-sektor-pariwisata-dongkrak-ekonomi
BTN Gandeng Ancol Genjot Kolaborasi Perbankan dan Sektor Pariwisata Dongkrak Ekonomi

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk resmi menjalin kerja sama strategis. Keduanya berkomitmen untuk mendukung pembangunan Jakarta melalui peningkatan pelayanan dan infrastruktur di kawasan Ancol.

Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan perjanjian pemanfaatan layanan jasa perbankan.

Direktur utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan sinergi ini akan memperkuat hubungan antara sektor perbankan dan pariwisata.

“Ancol adalah salah satu tempat pariwisata terkenal di Jakarta. sinergi ini diharapkan meningkatkan jumlah kunjungan melalui program ‘Kembali ke Ancol’,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang disepakati sebelumnya dengan PT Jakarta Propertindo (jakpro). BTN akan menyediakan layanan jasa perbankan untuk mendukung operasional Ancol.

BTN dan Ancol akan melakukan promosi bersama melalui program sponsorship.Tujuannya memberikan manfaat kepada kedua belah pihak dan meningkatkan eksposur kepada masyarakat.

BTN juga menyediakan solusi transaksi perbankan bagi pengunjung dan mitra Ancol. Layanan tersebut meliputi QRIS, uang elektronik, kartu debit, kartu kredit, EDC, virtual account, dan Ancol member Card.

Pengunjung yang menggunakan fitur atau produk BTN di kawasan Ancol berhak mendapatkan diskon, harga khusus, atau benefit lainnya.

BTN juga memberikan dukungan operasional bisnis ancol melalui layanan Bale Korpora serta giro atau deposito.

Bale Korpora menjadi andalan BTN untuk memberdayakan bisnis melalui transaksi dan pengelolaan keuangan yang seamless.

Hingga kuartal III-2025, pengguna Bale Korpora mencapai 19.801 korporasi dan institusi, naik 11,1 persen (yoy). Nilai transaksi tumbuh 8,3 persen (yoy) menjadi Rp163,4 triliun.