Tutup
News

Bukittinggi Merotasi Tujuh Pejabat Eselon II, Ini Alasannya

184
×

Bukittinggi Merotasi Tujuh Pejabat Eselon II, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
walikota-bukittinggi-mutasi-tujuh-pejabat-eselon-ii
Walikota Bukittinggi Mutasi Tujuh Pejabat Eselon II

Bukittinggi – Walikota Bukittinggi, ramlan Nurmatias, kembali melakukan mutasi terhadap tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.

Pelantikan berlangsung di halaman Balaikota Bukik Gulai Bancah, Rabu (12/11).

Mutasi dan rotasi ini merupakan hasil uji kompetensi yang telah disetujui oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

“Harapan kami kepada yang dilantik, selamat bertugas. Tentu para pejabat yang baru saja dilantik harus bekerja keras,” ujar Ramlan saat memberikan amanat.

Ramlan juga menyampaikan bahwa evaluasi kinerja akan terus dilakukan minimal enam bulan ke depan. Jika tidak sesuai harapan, pejabat yang bersangkutan akan diganti.

Berikut daftar tujuh pejabat yang dimutasi:

* Sustinna, sebelumnya Kadis Perpustakaan dan Arsip, menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat setdako.
* Herriman, sebelumnya Kadisdikbud, menjadi Kepala Dinas Perdagangan dan perindustrian.
* Robby Novaldi, sebelumnya kepala Bapelitbangda, menjadi Kepala dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
* Isra Yoza, sebelumnya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako, menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman.
* Nenta Oktovia, sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
* El Qadri, sebelumnya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, menjadi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan tenaga Kerja.
* Nauli Handayani, sebelumnya Kepala dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PPAPPKB), menjadi Kepala dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Walikota juga menyebutkan akan ada pelantikan susulan untuk pejabat eselon II dalam waktu dekat.

“Empat lagi nanti akan segera juga dilantik,” pungkas Ramlan.