Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem hingga di bawah 1 persen pada tahun 2025. Target ini diumumkan melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK).
Wakil Wali Kota Bukittinggi, ibnu Asis, menegaskan komitmen tersebut dalam rapat koordinasi di Aula balaikota, Rabu (24/09).
“Kota ini bisa menuju di bawah 1 persen tingkat kemiskinan di tahun 2025, jika kita bekerja bersama-sama,” kata Ibnu Asis.
Pemkot Bukittinggi akan fokus pada tiga pilar utama untuk mencapai target tersebut.
Pilar tersebut meliputi penguatan data, perlindungan sosial tepat sasaran, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ibnu Asis menekankan pentingnya data yang akurat sebagai fondasi program yang efektif. Pemerintah kota juga akan mengupayakan perlindungan sosial yang inklusif.
Selain itu, Pemkot bukittinggi akan memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Tujuannya agar masyarakat memiliki jalur yang jelas untuk keluar dari kemiskinan secara mandiri.
Pemko Bukittinggi berharap TKPK menjadi wadah aktif dan solid. Wadah ini diharapkan dapat merancang program yang menyentuh dan mengangkat kehidupan masyarakat miskin.
Dengan kolaborasi dari seluruh pihak, Ibnu Asis optimis Bukittinggi akan menjadi kota yang maju, modern, inklusif, dan berkualitas.







