Jakarta – Perum Bulog akan bertransformasi menjadi lembaga di bawah kendali langsung Presiden Prabowo Subianto. Targetnya, perubahan status ini rampung pada tahun ini.
Direktur Utama Bulog,Ahmad Rizal Ramdhani,mengungkapkan pembahasan mengenai transformasi ini sedang berlangsung di DPR RI.
“Rencana ke depan Bulog sesuai dengan keinginan Bapak presiden maupun hasil rapat-rapat pokja pembentukan Bulog menjadi lembaga itu sedang berjalan, sedang proses di komisi IV DPR RI,” ujar Rizal di Jakarta, Jumat (23/1).
Rizal belum bisa memberikan detail lebih lanjut mengenai struktur maupun teknis perubahan kelembagaan tersebut.
realisasi perubahan status Bulog ini bergantung pada proses legislasi di parlemen.
DPR RI telah membahas skenario restrukturisasi kelembagaan pangan nasional yang akan berdampak pada posisi Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Dalam skema yang dibahas, Bulog akan menjadi lembaga khusus atau sui generis yang posisinya setingkat di bawah lembaga kepresidenan.
Perubahan status ini akan ditempuh melalui revisi Undang-undang Pangan.
“Siap, seperti itu (Bulog jadi badan sendiri),” ucap Rizal.
Posisi Bapanas juga akan mengalami penataan ulang. Dua kedeputian Bapanas direncanakan bergabung ke Bulog,sementara satu deputi lainnya dialihkan ke kementerian Pertanian.
Transformasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar Bulog kembali memegang peran sentral dalam pengelolaan pangan nasional.
Bulog nantinya tidak hanya mengurusi beras, tetapi juga komoditas strategis lain seperti gula, minyak goreng, hingga daging, untuk mendukung kemandirian pangan.
Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya menyampaikan perubahan Bulog menjadi badan otonom dilakukan agar Bulog fokus pada fungsi strategis menjaga pasokan dan stabilitas pangan nasional.







