Tutup
EkonomiNews

Bulog Gencarkan Pangan Murah, Tekan Harga Beras di Bukittinggi

274
×

Bulog Gencarkan Pangan Murah, Tekan Harga Beras di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
gerakan-pangan-murah-berlanjut,-sasar-masyarakat-kelurahan-garegeh-bukittinggi
Gerakan Pangan Murah Berlanjut, Sasar Masyarakat Kelurahan Garegeh Bukittinggi

Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Bulog gencar menggelar Gerakan Pangan Murah untuk menstabilkan harga dan pasokan komoditas pokok di tengah melonjaknya harga pasar.

Kegiatan yang menyasar seluruh kelurahan ini dipusatkan di Kelurahan Garegeh, Kecamatan Mandiangin, pada Selasa (23/9/2025).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bukittinggi, Hendri, menyatakan kolaborasi dengan Bulog ini bertujuan melakukan intervensi pasar.

“Tujuannya jelas, yaitu menekan harga sejumlah komoditas pangan, terutama beras premium yang harganya kini di atas HET,” kata Hendri.

Kepala Bulog Bukittinggi, Romi Victarosse, menjelaskan program ini berlangsung dari 15 September hingga 15 Oktober 2025.

Bulog menyiapkan 20 ton beras dan 1.200 liter minyak goreng untuk mendukung gerakan ini.

“Jumlah itu dapat ditingkatkan jika terjadi lonjakan permintaan,” ujar Asisten Manajer Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Windu Putra persada.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi untuk membeli sembako dengan harga terjangkau.

“Sangat membantu sekali, terutama saat harga di pasar sedang naik,” ungkap Rina (46), seorang warga yang berharap program ini dapat berlanjut.

Dalam Gerakan Pangan Murah ini, beras SPHP dijual Rp120.800 per 10 kg, beras premium Rp150.400 per 10 kg, dan minyak goreng Rp15.500 per liter.

Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp160.000 hingga Rp170.000 per 10 kg untuk beras.

Gerakan Pangan Murah ini merupakan wujud sinergi pemerintah daerah dan Bulog dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, serta mengendalikan inflasi.