Tutup
EkonomiPerbankan

Bulog Salurkan Minyakita Langsung ke Pengecer, Harga Turun?

190
×

Bulog Salurkan Minyakita Langsung ke Pengecer, Harga Turun?

Sebarkan artikel ini
bulog,-id-food-dan-agrinas-salurkan-35-persen-minyakita-mulai-januari
Bulog, ID Food dan Agrinas Salurkan 35 Persen Minyakita Mulai Januari

Jakarta – Kabar gembira untuk masyarakat! Mulai Januari 2026, distribusi minyak goreng Minyakita akan langsung ditangani oleh Perum Bulog, ID Food, dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).

Ketiga BUMN pangan tersebut diwajibkan menyalurkan 35 persen dari total produksi Minyakita.

Direktur Utama Perum Bulog, ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan kewajiban ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025.

Permendag tersebut mengatur bahwa 30-35 persen penyaluran Minyakita harus melalui BUMN Pangan.

“Nanti diberi 35 persen dari DMO (Domestic Market Obligation), sekitar 790 ribu kiloliter yang akan diberikan ke Bulog maupun ID Food dan Agrinas Palma sebagai penyalur utama langsung ke para pengecer,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/1).

rizal menegaskan, penyaluran Minyakita tidak akan melalui distributor lagi. Tujuannya, memotong rantai distribusi agar harga lebih terjangkau dan kualitasnya terjamin.

“Jadi tidak ada distribusi kedua lagi, tapi langsung kepada para pengecer. Harapannya apa? Untuk memotong rangkaian atau rantai distribusi yang terlalu panjang,” jelasnya.

Bulog akan menyerap 35 persen Minyakita dari program DMO yang harus dipenuhi pengusaha sawit agar bisa melakukan ekspor.

“Nah, 35 persen ini harus disetorkan ke Kementerian Perdagangan dan nanti didistribusikan ke Bulog,” kata Rizal.

Direktur Pemasaran Perum Bulog, Febby novita, menambahkan pihaknya sedang berkoordinasi dengan produsen minyak goreng untuk memetakan jumlah kuota dan tujuan distribusi.

Febby juga mengungkapkan, saat ini banyak produsen Minyakita yang lebih tertarik menjual produknya ke wilayah timur karena insentifnya lebih besar.

Namun, Bulog akan mengatur distribusi agar kelangkaan minyak goreng tidak terjadi di daerah lain, seperti Jawa.

“Karena kan memang kalau kita lihat banyak produsen sekarang pengennya ke daerah timur semua karena kan pengalinya lebih banyak. Harusnya tidak boleh seperti itu, nanti biar bulog yang mengatur agar seluruh wilayah Indonesia ini ada ketersediaannya minyak goreng,” pungkas Febby.