Tutup
NewsPeristiwa

BUMN Bergerak Cepat, Bangun Kembali Aceh Tamiang

205
×

BUMN Bergerak Cepat, Bangun Kembali Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini
seskab-bp-bumn-bahas-pemulihan-sumatra,-15-ribu-rumah-siap-dibangun
Seskab-BP BUMN Bahas Pemulihan Sumatra, 15 Ribu Rumah Siap Dibangun

Jakarta – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan komitmen penuh untuk mempercepat pemulihan pascabencana di berbagai wilayah terdampak. targetnya, 500 unit rumah selesai dibangun dalam satu minggu pertama.

kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, menegaskan hal ini saat bertemu dengan Sekretaris kabinet (Seskab) Teddy indra Wijaya di Kantor Sekretariat Kabinet, Rabu (24/12) malam.

Dony memaparkan langkah-langkah konkret yang telah dan akan dilakukan BUMN untuk membantu pemulihan. Fokus utama adalah pembangunan rumah hunian bagi masyarakat terdampak.

“Dalam satu minggu pertama, kami targetkan 500 unit rumah selesai dibangun dari total 15.000 unit yang ditugaskan kepada BUMN sepanjang Desember ini,” ujar Dony.

Selain pembangunan hunian, pemulihan infrastruktur telekomunikasi juga menjadi perhatian. Base Transceiver Station (BTS) milik BUMN di lokasi terdampak diharapkan segera berfungsi optimal.

Hal ini penting untuk mendukung kelancaran komunikasi masyarakat dan petugas di lapangan.

BUMN juga terus mengerahkan sumber daya secara maksimal. Puluhan alat berat, tangki air bersih, serta ribuan tenaga kerja telah dikirim ke lokasi terdampak, terutama di Aceh Tamiang.

tujuannya adalah mempercepat proses pembersihan dan pemulihan.

“BUMN hadir tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam memastikan kehidupan masyarakat kembali berjalan normal,” tegas Dony.

Operasional perbankan daerah juga menjadi perhatian serius. Layanan perbankan diharapkan dapat segera pulih agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.

pertemuan ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan BUMN dalam memberikan solusi cepat dan tepat bagi masyarakat terdampak bencana.

Dony menegaskan bahwa BUMN akan terus berada di garis depan dalam setiap upaya pemulihan.

“Ini bukan hanya soal tugas, tapi panggilan kemanusiaan. Kita harus bergerak cepat, bersama rakyat, untuk bangkit kembali,” pungkasnya.