Tutup
NewsPendidikan

Bunda Literasi Gerakkan Daerah, Semangat Membaca Terus Berkobar

238
×

Bunda Literasi Gerakkan Daerah, Semangat Membaca Terus Berkobar

Sebarkan artikel ini
pengukuhan-bunda-literasi-kelurahan-dan-kecamatan,-gerakan-semangat-membaca
Pengukuhan Bunda Literasi Kelurahan dan Kecamatan, Gerakan Semangat Membaca

Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggencarkan budaya literasi di tengah masyarakat. Salah satu langkahnya adalah dengan mengukuhkan puluhan Bunda Literasi.

Sebanyak 83 Bunda Literasi dikukuhkan di setiap kelurahan dan 15 Bunda Literasi di setiap kecamatan.

Langkah ini diharapkan menjadi strategi efektif untuk memperluas gerakan membaca hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Bunda Literasi Kota Pekanbaru, Hj. Sulastri Agung, menyambut baik kehadiran para bunda literasi yang tersebar di seluruh wilayah kota.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah mengukuhkan Bunda-bunda Literasi di setiap Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Pekanbaru,” ujarnya.

“Artinya, ini semakin meningkatkan potensi kita untuk membangun budaya baca bagi masyarakat di Kota Pekanbaru,” imbuhnya.

Sulastri berharap, para bunda literasi dapat menjadi motor penggerak baru dalam menghidupkan kembali minat membaca masyarakat, terutama anak-anak.

Ia menekankan pentingnya membaca buku sebagai kegiatan yang tak tergantikan oleh aktivitas membaca di ponsel.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadispusip) Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, menjelaskan bahwa literasi bukan hanya soal membaca.

Lebih dari itu, literasi adalah bagaimana masyarakat membangun kecerdasan pengetahuan dan budi pekerti untuk mendukung pembangunan kota.

“Literasi itu bagaimana membuat masyarakat kita cerdas dan memiliki pengetahuan,” kata Amin.

“dengan kecerdasan dan budi pekerti, pemerintah akan lebih mudah membangun masyarakat, karena seluruh pembangunan ditujukan untuk mereka,” lanjutnya.

Pemerintah telah menyiapkan berbagai sarana dan fasilitas untuk mendorong minat baca masyarakat.

Namun, amin menekankan bahwa yang dibutuhkan bukan sekadar aktivitas membaca, melainkan membaca hal-hal yang baik dan mampu mendewasakan.

Gerakan literasi yang digagas Pemko Pekanbaru kini diperkuat hingga tingkat kelurahan dan diharapkan terintegrasi dengan kegiatan masyarakat,termasuk melalui posyandu dan program Bunda PAUD.Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga tengah mendorong digitalisasi bahan bacaan hingga ke posyandu, mengingat pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya remaja, kini lebih banyak berasal dari konten digital.

“Ini yang kita harapkan, bagaimana digitalisasi bisa masuk sampai ke posyandu,” ujar Amin.

“Dengan literasi digital yang terarah ini, masyarakat diharapkan memperoleh bahan bacaan yang lebih berkualitas dan mendukung pembentukan karakter positif,” pungkasnya.