Tutup
Perbankan

Buruh Soroti MBG: Serap Pekerja Informal, Gaji Tak Layak

304
×

Buruh Soroti MBG: Serap Pekerja Informal, Gaji Tak Layak

Sebarkan artikel ini
buruh-kritik-program-mbg-yang-hanya-hasilkan-pekerja-bergaji-bawah-ump
Buruh Kritik Program MBG yang Hanya Hasilkan Pekerja Bergaji Bawah UMP

jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintah, dinilai belum optimal menciptakan lapangan kerja formal dengan upah layak.

presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI),Said Iqbal,mengungkapkan program ini justru lebih banyak menyerap tenaga kerja informal.

“Penyerapan tenaga kerja yang sekarang terjadi kan di sektor informal. Misal MBG, betul MBG menyerap tenaga kerja, tapi informal,” ujarnya di Jakarta Pusat, Rabu (24/9).

menurut Said,pekerja informal dalam program MBG,seperti di dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),tidak mendapatkan penghasilan tetap setara Upah Minimum Provinsi (UMP).

Di sisi lain,gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terus mengancam sektor formal.”Banyak PHK di mana-mana. Banyak orang kehilangan daripada pendapatannya,” kata Said.

Ia mencontohkan, banyak pekerja yang terkena PHK terpaksa beralih menjadi pengemudi ojek online (ojol).

Pekerjaan sebagai gig worker ini, menurut Said, tidak memberikan pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Orang kerja di sektor ojol misal, itu kan gig worker yang tidak jelas, itu dianggap penyerapan tenaga kerja. Padahal mereka pendapatannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan,” tegasnya.

Hingga saat ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana belum memberikan tanggapan terkait pernyataan Said Iqbal.