Jakarta – Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) menghantui para pekerja di indonesia. Survei terbaru mengungkap, 70% pekerja merasa perlu bersiap menghadapi potensi kehilangan pekerjaan.
Kekhawatiran ini muncul akibat ketidakpastian ekonomi global dan pesatnya perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI). AI diprediksi menggantikan sejumlah peran manusia di berbagai sektor.
Namun, para ahli mengingatkan agar pekerja tidak larut dalam kecemasan berlebihan. Rasa cemas justru bisa kontraproduktif.
Pekerja disarankan untuk menjaga keseimbangan mental dan mempersiapkan diri secara finansial. Berikut tips menghadapi ancaman PHK agar tetap bisa bangkit dan melanjutkan karier:
- Cari Dukungan Emosional: Jaga hubungan baik dengan keluarga, teman, atau komunitas. keterhubungan sosial membantu mengatasi perasaan negatif.
- Manfaatkan Sumber Daya Profesional: Setelah mental stabil, manfaatkan layanan profesional seperti pusat karier kampus atau mentor untuk mempercepat pencarian kerja.
- Jaga Keseimbangan: Luangkan waktu untuk relaksasi dan aktivitas menyenangkan di luar urusan karier agar mental tetap terjaga.
- Perkuat Kondisi Finansial: Mulai menabung, kurangi pengeluaran, dan siapkan dana darurat. Survei menunjukkan banyak pekerja hanya bisa bertahan singkat tanpa penghasilan.
- Perbarui CV dan Bangun Jejaring: Rutin perbarui CV dan aktif membangun koneksi profesional.
- Buka Diri pada Fleksibilitas Karier: Pertimbangkan pemotongan gaji, demosi, atau pindah kota sebagai strategi sementara.
- Tingkatkan Keterampilan Baru: Investasi pada kursus online, pelatihan teknis, atau sertifikasi untuk memperkuat posisi di pasar kerja.
para ahli menekankan, kombinasi antara menjaga kesehatan mental, mengelola keuangan, dan memperkuat jaringan profesional adalah kunci untuk bangkit lebih cepat. Kehilangan pekerjaan bisa menjadi momentum untuk menemukan peluang baru.







