Tutup
Perbankan

CEO Telegram Pavel Durov Bakal Wariskan Harta kepada 100 Anaknya

297
×

CEO Telegram Pavel Durov Bakal Wariskan Harta kepada 100 Anaknya

Sebarkan artikel ini
ceo-telegram-pavel-durov-bakal-wariskan-harta-kepada-100-anaknya
CEO Telegram Pavel Durov Bakal Wariskan Harta kepada 100 Anaknya

jakarta – Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan Telegram, mengungkapkan rencananya untuk membagi warisan kepada lebih dari seratus anak. Pengungkapan ini disampaikan dalam wawancara dengan majalah politik Prancis, Le Point.

Durov menyatakan bahwa warisan tersebut akan dibagi rata kepada enam anak dari tiga wanita berbeda, serta anak-anak yang dikandung melalui donor sperma. “Mereka semua adalah anak-anak saya dan semuanya akan memiliki hak sama. Saya tidak ingin mereka saling mencabik setelah kematian saya,” ujarnya, setelah mengungkapkan bahwa dirinya baru-baru ini menulis surat wasiat.

Jumlah anak yang dimiliki Durov terungkap melalui media sosial pada tahun lalu. Ia menyebutkan bahwa seorang dokter mengatakan kepadanya bahwa menyumbangkan donor berkualitas tinggi adalah “tugas sipilnya,” yang telah ia lakukan selama 15 tahun.

Menurut perkiraan Bloomberg, kekayaan Durov mencapai USD 13,9 miliar atau setara dengan Rp 228,14 triliun (dengan asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah sebesar 16.413). Namun, Durov menolak perkiraan tersebut sebagai sesuatu yang “teoretis.” ia menjelaskan, “Karena saya tidak menjual Telegram, itu tidak masalah. Saya tidak memiliki uang sebanyak itu di rekening bank. Aset likuid saya jauh lebih rendah, dan itu tidak berasal dari Telegram. Itu berasal dari investasi saya dalam bitcoin pada 2013.”

Namun, anak-anak Durov harus menunggu selama 30 tahun untuk mengakses warisan tersebut. “Saya memutuskan anak-anak saya tidak akan memiliki akses ke kekayaan saya hingga jangka waktu 30 tahun berlalu, mulai dari hari ini,” katanya.

Durov menjelaskan bahwa ia ingin anak-anaknya hidup seperti orang normal, membangun diri sendiri, belajar untuk percaya pada diri mereka, mampu berkarya, dan tidak bergantung pada rekening bank. “Saya ingin menegaskan, saya tidak membuat perbedaan antara anak-anak saya, ada yang dikandung secara alami dan yang berasal dari sumbangan sperma saya,” tegasnya.

Ketika ditanya mengenai alasan penulisan surat wasiat saat ini, durov mengungkapkan bahwa pekerjaannya mengandung risiko. “Mempertahankan kebebasan membuat Anda mendapatkan banyak musuh, termasuk di dalam negara-negara yang kuat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, “saya ingin melindungi anak-anak saya, tetapi juga perusahaan yang saya buat, Telegram. Saya ingin Telegram selamanya tetap setia pada nilai-nilai yang saya bela.”

Telegram,yang memiliki lebih dari satu miliar pengguna bulanan,dikenal dengan enkripsi tingkat tinggi dan pengawasan terbatas terhadap apa yang diunggah penggunanya. Pada tahun lalu, Durov sempat ditangkap di Paris atas tuduhan terkait sejumlah kejahatan, termasuk tuduhan bahwa platformnya terlibat dalam membantu pencuci uang, pengedar narkoba, dan orang-orang yang menyebarkan pornografi anak.

Durov, yang merupakan satu-satunya pemegang saham Telegram, membantah tuduhan tersebut dan menggambarkannya sebagai “tidak masuk akal.” Ia menyatakan, “Hanya karena penjahat menggunakan layanan pesan kami di antara banyak lainnya, bukan berarti mereka yang menjalankannya adalah penjahat.”