Tutup
Perbankan

Cerita Warga Bintan, Selamatkan Telur Penyu Dari Ancaman Punah

182
×

Cerita Warga Bintan, Selamatkan Telur Penyu Dari Ancaman Punah

Sebarkan artikel ini
cerita-warga-bintan,-selamatkan-telur-penyu-dari-ancaman-punah
Cerita Warga Bintan, Selamatkan Telur Penyu Dari Ancaman Punah

Batam – Aksi penyelamatan penyu terus digencarkan. Seorang warga Bintan, Kepulauan Riau, rela merogoh kocek pribadi untuk membeli telur penyu dari nelayan, demi mencegah penjualan atau konsumsi ilegal.

Henry Ali Sirenger, nama warga tersebut, berinisiatif membeli telur penyu karena kebiasaan sebagian nelayan di pesisir Kampung Baru dan Senggiling Bintan.

“Kita beli per sarang, bukan untuk bisnis.Kita coba jelaskan ke mereka tentang pelestarian lingkungan,” ujar Henry, dikutip dari keterangannya.

Telur-telur penyu itu kemudian dibawa ke konservasi penyu Banyan Tree. Di sana, telur ditanam di lubang sedalam 80 cm dan ditutup jaring untuk melindungi dari predator.

Setelah 50-70 hari, tukik (anak penyu) akan menetas dan dilepas ke laut.

Henry telah melakukan konservasi ini sejak 2008, bekerja sama dengan para nelayan. Hingga kini, sekitar 9.200 ekor penyu telah dilepaskan ke laut.

Sabri, seorang nelayan yang bekerja sama dengan henry, mengakui awalnya tidak tahu bahwa penyu adalah hewan dilindungi.

“Jadi,nelayan yang mendapat telur penyu langsung antar ke tempat penetasan karena tidak begitu semakin lama penyu ini makin punah,” kata Sabri.

Para nelayan kini mendapat uang pengganti sekitar Rp300 ribu – Rp400 ribu setiap mengantar telur penyu.

Berkat konservasi ini, jumlah sarang penyu di pesisir pantai meningkat. Awalnya hanya empat sarang per musim, kini menjadi 25 sarang setiap tahun. Setiap sarang berisi 100-200 butir telur.

Selain konservasi, upaya penyelamatan penyu juga dilakukan melalui penindakan penyelundupan.

Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak,Kalimantan Barat,telah dua kali menggagalkan penyelundupan telur penyu tahun ini.

Sebanyak 1.950 butir telur diamankan pada 17 Juni 2025,dan 5.400 butir diamankan pada 6 Juli 2025.

Kepala Stasiun PSDKP Kalimantan Barat, Bayu Yuniarto Suharto, mengungkapkan penyelundupan telur penyu dilakukan jaringan internasional.

Telur-telur itu dikirim dari Pulau Tambelan, bintan, Kepulauan Riau, ke Kalimantan Barat melalui jalur laut untuk dijual ke penadah, sebelum dibawa ke Malaysia.

Dalam dua penggagalan penyelundupan itu, warga sipil dan oknum anggota TNI AD berhasil diamankan.