Tutup
EkonomiInvestasiNewsTeknologi

China Mendominasi, AS Berupaya Menahan Gelombang Ekspansi

202
×

China Mendominasi, AS Berupaya Menahan Gelombang Ekspansi

Sebarkan artikel ini
china-tak-tertandingi,-barat-gigit-jari
China Tak Tertandingi, Barat Gigit Jari

Jakarta – Negara-negara Barat diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu dekade untuk menantang dominasi China dalam penguasaan logam tanah jarang (rare earth).

Peringatan ini datang dari Goldman Sachs di tengah panasnya sengketa perdagangan antara Washington DC, Beijing, dan Uni Eropa. Sengketa ini terkait mineral-mineral penting bagi teknologi modern.

Data dari Badan Energi Internasional dan analis Goldman Sachs menunjukkan betapa kuatnya cengkeraman china. Negeri Tirai Bambu itu menguasai lebih dari 90 persen penyulingan logam tanah jarang global dan 98 persen produksi magnet.

Tak hanya itu, China juga mendominasi tahap pemrosesan dan manufaktur. Mereka mengubah bahan mentah menjadi komponen yang siap digunakan.

“Membangun rantai pasokan independen di Barat akan memakan waktu bertahun-tahun,” ujar kepala Riset Komoditas Global Goldman Sachs, Daan Struyven, Kamis (30/10/2025).

Struyven menambahkan, membangun tambang membutuhkan waktu sekitar satu dekade. Sementara, membangun kilang membutuhkan waktu lima tahun.Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim telah bersepakat dengan Presiden China Xi Jinping untuk memangkas tarif perdagangan.

Kesepakatan itu sebagai imbalan atas tindakan tegas Beijing terhadap perdagangan fentanil ilegal, kelanjutan impor kedelai dari AS, dan kelancaran ekspor logam tanah jarang.

Pertemuan Trump dan Xi di Busan, Korea Selatan, menandai berakhirnya lawatan singkat Trump ke Asia.

Trump juga memuji terobosan perdagangan dengan Korea Selatan, Jepang, dan negara-negara ASEAN.

Trump juga menyebutkan tarif impor China akan dipangkas menjadi 47 persen dari 57 persen, dan dipangkas setengahnya menjadi 10 persen pada tarif terkait perdagangan obat prekursor fentanil.