Tutup
News

China Pacu Teknologi, Robot Bekerja di Bandara, Rumah Sakit

147
×

China Pacu Teknologi, Robot Bekerja di Bandara, Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
china-sudah-pekerjakan-robot-di-mana-mana,-pekerja-manusia-mulai-tersisih?
China Sudah Pekerjakan Robot di Mana-mana, Pekerja Manusia Mulai Tersisih?

Jakarta – China semakin gencar mendorong teknologi canggih keluar dari laboratorium dan masuk ke kehidupan sehari-hari. Inovasi yang sebelumnya hanya ada dalam riset akademik kini mulai beroperasi di berbagai sektor.

Mulai dari bandara, hotel, jalan raya, hingga fasilitas kesehatan, teknologi mutakhir buatan China kini semakin mudah ditemui.

Langkah cepat ini bukan tanpa alasan. Kombinasi kebijakan pemerintah, dukungan pendanaan, dan penyediaan skenario penggunaan di dunia nyata menjadi kunci utama.

Contohnya, di Hefei Xinqiao International Airport, robot humanoid beroda bernama Zerith H1 beroperasi di toilet bandara.

Robot ini mampu menyesuaikan tinggi badan secara otomatis untuk mengumpulkan sampah, membersihkan noda di meja, hingga mengepel lantai.

Robot cerdas ini dikembangkan oleh Zerith, perusahaan robotika di Hefei. Produk mereka telah digunakan di lebih dari 20 lokasi di kota-kota besar China seperti Beijing, shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen.

Lokasi tersebut termasuk pusat perbelanjaan, bandara, dan hotel.

Zerith didirikan oleh tim lulusan Universitas Tsinghua kelahiran setelah tahun 2000. Perusahaan ini mencatat kemajuan pesat.

Mereka berhasil beralih dari prototipe laboratorium ke produksi massal hanya dalam satu tahun. Total pesanan mencapai lebih dari 100 juta yuan, atau sekitar Rp242,3 miliar.

“Berdasarkan model besar khusus skenario yang kami kembangkan sendiri, kami terus melatih robot, mengumpulkan data, dan mengoptimalkan algoritma di lingkungan simulasi dunia nyata,” kata Yang Wei, kepala petugas merek Zerith, dikutip dari China Daily, Rabu (21/1/2026).

Yang Wei menambahkan,rumah tangga merupakan skenario aplikasi utama bagi robot serbaguna.

Namun, Zerith memilih memulai dari segmen bisnis ke bisnis, seperti hotel dan laundry kelas atas, yang lingkungannya mirip dengan rumah tangga.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menguji teknologi sekaligus mengumpulkan data sebelum produk benar-benar masuk ke rumah konsumen.

Selain robotika, China juga mempercepat komersialisasi teknologi canggih lainnya.

Di pinggiran barat Hefei, para peneliti mengembangkan teknologi pembangkit listrik fusi.

Berbasis proyek “matahari buatan” China, riset ini melahirkan peralatan pemeriksaan keamanan untuk kereta bawah tanah serta sistem terapi proton untuk pengobatan berbagai jenis kanker.

Bidang mekanika kuantum, yang mencapai usia 100 tahun pada 2025, juga mulai menunjukkan dampak industri nyata.

Di sektor kesehatan, Origin Quantum bekerja sama dengan universitas kedokteran di anhui untuk mengembangkan perangkat skrining kanker payudara berbasis target molibdenum.

perangkat ini diklaim mampu meningkatkan akurasi analisis citra.