Tutup
BisnisEkonomiPerbankan

Curhat Tukang Sedot WC, Dulu Kipasan Duit Sekarang Order Sulit

245
×

Curhat Tukang Sedot WC, Dulu Kipasan Duit Sekarang Order Sulit

Sebarkan artikel ini
curhat-tukang-sedot-wc,-dulu-kipasan-duit-sekarang-order-sulit
Curhat Tukang Sedot WC, Dulu Kipasan Duit Sekarang Order Sulit

Jakarta – Order jasa sedot WC di Jakarta Timur anjlok drastis. Para penyedia jasa kini mengeluhkan sepinya pelanggan yang berimbas langsung pada penurunan pendapatan.

Dulu menjanjikan, bisnis ini kini harus bersaing ketat dengan penyedia jasa serupa yang menawarkan harga lebih murah.

Sapri, seorang sopir truk sekaligus tukang sedot WC di kawasan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur, mengungkapkan kekhawatirannya. “Ya pasti ngaruh ke penghasilan,” ujarnya, menggambarkan penurunan pendapatan yang signifikan.

Dulu, sapri bisa melayani lima kali sedot WC sehari dengan tarif Rp600 ribu per layanan. Belum lagi order dari basement gedung atau rumah mewah yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Kini, ia dan rekan-rekannya pasrah menghadapi kenyataan sepi order.

Ilham, penyedia jasa lainnya, merasakan dampak serupa. Ia menyebut persaingan semakin ketat dengan banyaknya penyedia jasa yang menawarkan harga lebih murah.

“Kalau dibandingkan dahulu, ya beda jauh sih,” keluhnya. Dulu bisa mendapatkan jutaan rupiah,sekarang satu atau dua orderan saja sulit didapatkan.

Selain sepi pelanggan,Sapri juga resah dengan potensi pelaporan terkait pembuangan limbah.

Ia khawatir, meski sudah melakukan penyedotan sesuai prosedur, ada pihak yang menganggapnya salah dan memviralkannya.

“Contohnya buang hasil penyedotan ke saluran air atau sungai, alhasil, ya kami takut juga,” ungkapnya.

Jika tertangkap membuang limbah sembarangan, mereka bisa dikenakan denda hingga Rp5 juta.

Para tukang sedot WC kini hanya bisa pasrah dan berharap ada solusi dari pemerintah atau pihak terkait. Mereka berharap kondisi ini segera berakhir dan kembali normal agar bisa menghidupi keluarga.