Jakarta – Sebagian besar dana desa dialokasikan untuk pembangunan koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya yudhi Sadewa.
Dari total Rp60 triliun dana desa per tahun, Rp40 triliun dialokasikan untuk mencicil biaya pembangunan Kopdes Merah Putih.
“Dana desa dari Rp60 triliun, sekitar Rp40 triliun untuk nyicil Koperasi Merah Putih 6 tahun ke depan,” ujar Purbaya dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (14/11).
Dana tersebut digunakan untuk membayar utang Rp240 triliun yang dipakai membangun 80 ribu koperasi Merah Putih.
Purbaya menjelaskan, PT Agrinas Pangan meminjam uang kepada bank-bank BUMN untuk membangun infrastruktur Kopdes Merah Putih. Pembayarannya dicicil sebesar Rp40 triliun setiap tahun melalui dana desa.
Sementara itu, menteri koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan pembangunan fisik Kopdes Merah Putih merupakan bagian penting dari percepatan program ekonomi kerakyatan pemerintah.
Agrinas dan TNI bekerja sama membangun koperasi agar proses pembangunan gudang, gerai, dan sarana pendukung lainnya bisa diselesaikan dengan cepat dan efisien.
Ferry menilai perusahaan pelat merah itu memiliki kapasitas dan kemampuan pelaksanaan proyek secara profesional serta telah memiliki kerja sama dengan TNI untuk percepatan di lapangan.
Namun, Ferry mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam pengadaan lahan. Beberapa lokasi yang terdata ternyata tak sepenuhnya memenuhi syarat, baik dari sisi luas maupun posisi strategis.
“Koperasi memang belum punya kapasitas untuk pekerjaan konstruksi. Karena itu, kami bekerja sama dengan PT Agrinas dan TNI agar pembangunan bisa selesai lebih cepat,” kata Ferry saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (27/10).
Pembangunan fisik Kopdes Merah Putih sudah dimulai di ribuan titik dan terus bertambah seiring proses verifikasi lahan yang dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.







