Tutup
InspirasiPojok

Deretan Orang Minang yang Duduk Jadi Komisaris BUMN di Era Prabowo

1692
×

Deretan Orang Minang yang Duduk Jadi Komisaris BUMN di Era Prabowo

Sebarkan artikel ini

Di tengah restrukturisasi besar-besaran BUMN, sejumlah tokoh Minang ikut ditarik masuk sebagai komisaris dan dewan pengawas

Jakarta — Seiring bergulirnya pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto, sejumlah figur publik asal Sumatera Barat atau keturunan Minang mendapat kepercayaan menduduki jabatan strategis di badan usaha milik negara (BUMN).

Penempatan mereka beriringan dengan dimulainya era baru transformasi BUMN yang kini sebagian besar berada dibawah Holding Danantara.

Kemudian diwarnai oleh peran kunci Wakil Menteri BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, yang juga berdarah Minang.

Dony Oskaria, yang sebelumnya dikenal sebagai Direktur Utama Injourney dan komisaris di berbagai entitas BUMN, kini dipercaya sebagai Wamen BUMN mendampingi Erick Thohir.

Di tengah restrukturisasi besar-besaran BUMN, sejumlah tokoh Minang ikut ditarik masuk sebagai komisaris dan dewan pengawas. Siapa saja mereka?

1. Masril Koto – Komisaris Independen PT Garam

Masril Koto, atau “Maskot”, dikenal sebagai tokoh pemberdayaan masyarakat dari Agam.

Ia pelopor Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) berbasis nagari dan konsisten membina petani serta nelayan.

Pada Januari 2025, ia diangkat sebagai Komisaris Independen PT Garam.

Di perusahaan tersebut, Masril membawa pendekatan ekonomi kerakyatan dan mendorong keterlibatan masyarakat pesisir dalam produksi garam nasional, khususnya di wilayah Sumatera Barat.

2. Ekos Albar – Komisaris PT ITDC (InJourney Tourism Development Corporation)

ekos-albar-:-ormas-harus-berperan-aktif-jaga-situasi-kondusif-jelang-pemilu-2024
Ekos Albar : Ormas Harus Berperan Aktif Jaga Situasi Kondusif Jelang Pemilu 2024

Mantan Wakil Wali Kota Padang dan calon Wakil Gubernur Sumbar ini merupakan politisi PAN yang dikenal dengan kiprah reformisnya.

Ia ditunjuk sebagai Komisaris di PT ITDC pada 2025, perusahaan yang mengelola kawasan wisata seperti Mandalika dan Nusa Dua.

Pengalamannya di pemerintahan daerah memperkuat posisi ITDC dalam mengembangkan kawasan wisata prioritas nasional.

3. Faldo Maldini – Komisaris PT ITDC

Faldo Maldini adalah politisi muda asal Padang yang dikenal sebagai juru bicara pemerintah dan aktivis sosial.

Sebelumnya menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Sekretariat Negara, Faldo dipercaya menjadi Komisaris ITDC, mendampingi Ekos Albar.

Dengan latar belakang komunikasi dan media, ia diharapkan memperkuat strategi komunikasi korporasi di sektor pariwisata nasional.

4. Imelda Sari – Komisaris Independen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports)

Komisaris Independen Injourney Airports Imelda Sari. Foto : Istimewa
Komisaris Independen Injourney Airports Imelda Sari. Foto : Istimewa

Imelda Sari, jurnalis senior dan mantan Wasekjen Partai Demokrat, resmi diangkat menjadi Komisaris Independen PT Angkasa Pura Indonesia pada Mei 2025.

Ia alumni Sastra Universitas Andalas dan dikenal sebagai figur komunikasi politik yang berpengaruh.

Imelda menyatakan mundur dari aktivitas partai untuk fokus memperkuat transparansi dan layanan di 37 bandara yang dikelola InJourney.

5. Prof Elwi Danil – Komisaris PT Pelindo

Guru Besar Hukum Pidana dari Universitas Andalas ini telah dikenal sebagai pakar hukum nasional.

Pernah menjadi anggota Pansel KPK 2024, Prof. Elwi kini menjabat sebagai Komisaris PT Pelindo, perusahaan yang mengelola seluruh pelabuhan di Indonesia.

Penunjukannya mencerminkan kepercayaan terhadap integritas dan wawasan hukumnya dalam mendukung tata kelola perusahaan.

6. Adrian Tuswandi – Dewan Pengawas LKBN ANTARA

Dewan Pengawas LKBN Antara, Adrian Tuswandi. Foto : Istimewa
Dewan Pengawas LKBN Antara, Adrian Tuswandi. Foto : Istimewa

Adrian Tuswandi, atau “Toaik”, adalah tokoh pers asal Sumbar yang pernah menjabat sebagai Komisioner Komisi Informasi Sumbar dua periode dan aktif dalam organisasi wartawan.

Ia ditunjuk menjadi anggota Dewan Pengawas Perum LKBN ANTARA sejak Januari 2025.

Peran Toaik memperkuat arah independensi dan profesionalisme kantor berita nasional, sekaligus memperluas ruang keterwakilan daerah dalam dunia pers nasional.

Kehadiran tokoh Minang di posisi strategis BUMN dan lembaga negara ini tidak dapat dilepaskan dari dinamika baru di bawah kepemimpinan nasional Prabowo.