Tutup
NewsPendidikan

Deteksi Dini Gangguan, Masyarakat Ciptakan Lingkungan Aman dan Kondusif

186
×

Deteksi Dini Gangguan, Masyarakat Ciptakan Lingkungan Aman dan Kondusif

Sebarkan artikel ini
deteksi-dini-diperlukan-untuk-mewujudkan-rasa-aman-di-tengah-masyarakat
Deteksi Dini Diperlukan untuk Mewujudkan Rasa Aman di Tengah Masyarakat

Sawahlunto – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota sawahlunto,Dedi Wandra,menekankan pentingnya deteksi dini potensi konflik keagamaan di masyarakat. Tujuannya, mencegah gejolak yang bisa mengganggu kondusivitas.

Penegasan ini disampaikan saat memberikan materi dalam kegiatan di Aula Kemenag Sawahlunto, baru-baru ini.

Kegiatan ini diikuti oleh Kepala KUA, para penyuluh agama, dan para penghulu.

Dedi Wandra menjelaskan, masyarakat adalah unsur utama dalam menjaga situasi tetap kondusif. Karena itu, kepedulian terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat sangatlah penting.

“Kita harus peduli terhadap permasalahan apa pun yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Jika terjadi persoalan, penyuluh harus berupaya menyelesaikannya terlebih dahulu. Jika belum terselesaikan, dapat melibatkan tokoh agama, pemerintah seperti kemenag dan FKUB, hingga pemerintah daerah.

“Bila tetap tidak menemukan solusi, barulah melibatkan aparat, LSM, atau akademisi,” tegasnya.

Dedi mencontohkan penanganan kasus di SMPN 2 dan SMPN 7 yang langsung mendapatkan pendampingan dari psikolog Universitas Andalas (Unand) dan Universitas negeri padang (UNP).

Lebih lanjut, Dedi Wandra menekankan pentingnya para penyuluh untuk aktif mengumpulkan informasi dan data di lapangan, meskipun tanpa laporan resmi.

“Permasalahan dapat diatasi melalui peringatan dini dan respons cepat agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah. Kepekaan terhadap masalah masyarakat adalah kunci,” katanya.Selain itu, Dedi juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat. Toleransi harus dijunjung tinggi dalam aspek kemanusiaan, namun tidak boleh mencampuradukkan praktik ibadah.

“Perdamaian bukan hanya urusan pemerintah, KUA, atau kepolisian. Kerukunan adalah tanggung jawab semua orang,” pungkasnya.