Tutup
News

Dharmasraya Bidik DAK 2026, Bangun Konektivitas dan Pertanian Modern

266
×

Dharmasraya Bidik DAK 2026, Bangun Konektivitas dan Pertanian Modern

Sebarkan artikel ini
bupati-usulkan-prioritas-pembangunan-untuk-dharmasraya-kepada-menteri-ppn
Bupati Usulkan Prioritas Pembangunan Untuk Dharmasraya Kepada Menteri PPN

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tengah berupaya meningkatkan pelayanan dasar dan infrastruktur daerah melalui pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026. Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, memaparkan sejumlah program prioritas kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas di Jakarta, Kamis (21/08/2025).

annisa menjelaskan bahwa Dharmasraya memiliki potensi besar sebagai penghubung strategis antara Sumatera Barat,Jambi,Riau,dan Sumatera Selatan. Dengan panjang jalan lebih dari 1.181 kilometer, Dharmasraya berpotensi menjadi simpul konektivitas, pusat logistik, pangan, dan perdagangan di Sumatera bagian tengah.

Fokus utama pengajuan DAK 2026 adalah untuk penyediaan air minum dan sanitasi. Annisa mengungkapkan bahwa Dharmasraya saat ini belum memiliki PDAM, dan cakupan layanan air minum layak di pedesaan masih rendah.

“Ketersediaan air minum dan sanitasi yang baik sangat penting untuk menurunkan angka stunting yang masih relatif tinggi di Dharmasraya,” kata Annisa.

Selain itu, Annisa juga mengajukan program prioritas di sektor pertanian, termasuk pembangunan jalan usaha tani, mekanisasi, infrastruktur pascapanen, rehabilitasi irigasi, serta penguatan kelembagaan petani. Ia menilai DAK untuk Dharmasraya adalah investasi strategis.

“Dengan dukungan pemerintah pusat, Dharmasraya siap menjadi simpul konektivitas, pusat pertanian modern, dan daerah dengan pelayanan dasar yang lebih baik,” terangnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri PPN Febrian Alphyanto Ruddyard, deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Medrilzam, Direktur Pembangunan Indonesia Barat Jayadi, serta Direktur pemerintahan, Keuangan Daerah, dan Transfer ke Daerah Anang Budi Gunawan turut hadir dalam pertemuan tersebut. Pihak Bappenas menyambut baik paparan tersebut dan menyatakan bahwa masukan dari pemerintah daerah akan menjadi bahan penting dalam perumusan program pembangunan nasional sesuai RPJMN 2025-2029.