Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah berupaya membangun sovereign fund berstandar global, dengan fokus utama pada peningkatan kepercayaan investor. Upaya ini mengemuka dalam Forum Bisnis bertajuk “Prospek Danantara Menuju Sovereign Fund Bertaraf Dunia” yang diselenggarakan oleh President Club.
Chief Investment Officer BPI danantara, Pandu Patra Sjahrir, menjelaskan bahwa lembaga yang dibentuk di bawah pemerintahan Presiden Prabowo ini memiliki mandat untuk mengelola dividen Badan Usaha Milik negara (BUMN) melalui dua jenis holding, yaitu investment dan operasional. “Danantara mengelola operasional 889 perusahaan BUMN, dengan kepemilikan hampir 100 persen, untuk melakukan korporatisasi guna menghasilkan dividen bagi investment holding,” jelasnya. Dividen tersebut, menurutnya, akan diinvestasikan kembali ke perusahaan di dalam dan luar negeri untuk tujuan komersial.
Lebih lanjut, Danantara menyatakan komitmennya untuk menerapkan prinsip good governance dan meritokrasi, termasuk menempatkan talenta terbaik di BUMN seperti Pertamina dan Telkom. Pandu mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi Danantara saat ini adalah sumber daya manusia (SDM). “meski sering dibandingkan dengan Temasek Singapura, yang telah beroperasi selama 50 tahun, Danantara baru berjalan 20 minggu. Tantangan terbesar kami adalah SDM. Kami fokus merekrut talenta global melalui headhunter untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo, menciptakan dampak dan warisan jangka panjang,” tegasnya.
U.Saefudin Noer, penulis buku Fenomena Sovereign Wealth Fund, menyambut baik pendekatan profesional yang diterapkan Danantara. “Langkah Danantara membangun sovereign fund dengan standar global adalah sinyal kuat untuk meningkatkan kepercayaan investor,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa model bisnis, rekrutmen talenta, dan keterbukaan terhadap masukan berbagai pihak menunjukkan komitmen yang kuat.Forum tersebut menyimpulkan bahwa good governance dan talenta terbaik merupakan kunci keberhasilan Danantara. Selain itu, transparansi dan profesionalisme dinilai penting untuk memastikan investasi mendukung sektor prioritas, seperti infrastruktur dan aset terbarukan, demi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Executive Director President Club, Chandra Setiawan, menyampaikan harapannya agar diskusi dalam forum tersebut dapat memperkuat strategi investasi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. “Forum ini membuka wawasan baru tentang potensi Danantara dalam mengelola aset negara secara efisien,” katanya.
Sebagai informasi tambahan, President Club, yang berdiri sejak 2011, merupakan komunitas yang beranggotakan lebih dari 1.200 pengusaha, akademisi, dan pejabat pemerintahan. Acara tersebut dihadiri sekitar 300 pengusaha, akademisi, dan pejabat pemerintahan.







