Tutup
News

Digitalisasi Bansos: Luhut Klaim Mampu Tekan Kemiskinan 34 Juta Jiwa

246
×

Digitalisasi Bansos: Luhut Klaim Mampu Tekan Kemiskinan 34 Juta Jiwa

Sebarkan artikel ini
digitalisasi-bansis-diuji-coba-di-banyuwangi-bulan-depan,-luhut-sebut-bisa-kurangi-34-juta-warga-miskin-ri
Digitalisasi Bansis Diuji Coba di Banyuwangi Bulan Depan, Luhut Sebut Bisa Kurangi 34 Juta Warga Miskin RI

Jakarta – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memprediksi digitalisasi bantuan sosial (bansos) mampu mengurangi angka kemiskinan hingga 34 juta orang selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah berencana menerapkan digitalisasi bansos perdana di Banyuwangi, Jawa Timur, pada September 2025.Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan,implementasi digitalisasi bansos menjadi fokus utama Komite percepatan Transformasi Digital pemerintah.

“Kalau kita lakukan ini semua,kita bisa mengurangi 34 juta (orang). Pengurangan angka kemiskinan yang sangat signifikan bila ini semua berjalan,” ujar Luhut dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Sistem digital ini bertujuan meningkatkan akurasi penyaluran, transparansi, dan akuntabilitas. Masyarakat juga dapat melakukan verifikasi identitas digital secara mandiri melalui aplikasi.

Luhut menambahkan, proses backend akan berjalan otomatis dengan verifikasi data lintas lembaga, termasuk BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BI-Himbara, ATR/BPN, dan Samsat.Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025 menunjukkan jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 23,85 juta orang.

Anggota DEN Arief Anshory Yusuf menjelaskan, proyeksi tersebut merupakan potensi pengurangan kemiskinan selama pemerintahan Prabowo dengan dua syarat.

“Pertama, target pertumbuhan ekonomi tercapai cukup baik. kedua, program pemerintah yang berpihak pada orang miskin juga berjalan dengan baik, termasuk digitalisasi bansos,” kata Arief.

Arief menekankan, proyeksi ini dapat terwujud jika metode pengukuran kemiskinan lebih mencerminkan realitas.

“Kalau metode yang digunakan tidak diperbaiki,yang notabene sudah tidak merefleksikan kondisi ekonomi di masyarakat karena sudah tidak diperbarui selama 27 tahun,pengurangan kemiskinan itu diperkirakan hanya di angka 2 jutaan,” jelas Arief.