Tutup
News

Direndam Air Laut Hampir 54 Jam, Baterai Chery Tiggo 8 CSH tak Rusak

229
×

Direndam Air Laut Hampir 54 Jam, Baterai Chery Tiggo 8 CSH tak Rusak

Sebarkan artikel ini
direndam-air-laut-hampir-54-jam,-baterai-chery-tiggo-8-csh-tak-rusak
Direndam Air Laut Hampir 54 Jam, Baterai Chery Tiggo 8 CSH tak Rusak

Tangerang – PT Chery sales Indonesia (CSI) mengklaim keberhasilan uji ketahanan baterai mobil listrik Chery Tiggo 8 CSH, setelah direndam dalam air laut selama lebih dari dua hari. Klaim ini disampaikan setelah baterai yang bersertifikasi IP68 waterproof tersebut dinyatakan lulus uji tanpa adanya korsleting maupun malfungsi.

Pada Kamis (19/6/2025) malam, di kawasan Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, baterai tersebut dipasangkan kembali ke bodi mobil, disaksikan oleh sejumlah awak media. Sebelumnya, CSI menyatakan akan merendam baterai selama 48 jam, namun waktu perendaman diperpanjang menjadi 53 jam, 51 menit, dan 35 detik.Zeng Shuo, Vice President CSI, mengungkapkan antusiasmenya saat menguji kendaraan dengan baterai yang telah direndam air laut tersebut. “Sebenarnya kami berani karena sudah berkali-kali menguji ini dengan di lab kami. Di lab kami mengujinya sampai 72 jam, makanya kami percaya diri,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Budi Darmawan, Sales Director CSI, mendemonstrasikan kepada media bahwa sistem kelistrikan mobil Chery Tiggo 8 CSH berfungsi normal setelah dipasangi baterai tersebut.

Meskipun demikian, Shuo mengakui adanya kekhawatiran selama proses pengujian.ia menjelaskan bahwa pengujian di laboratorium memiliki parameter yang terukur,termasuk kadar garam air. Sementara itu, pengujian di PIK 2 menggunakan air laut secara langsung dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah.”Di lab banyak yang bisa kita kontrol, tapi di sini tidak,” katanya.Pengujian ekstrem terhadap keselamatan baterai CSH ini merupakan bagian dari inisiatif global bertajuk “Mission Impossible”. Inisiatif ini merupakan kampanye yang mencerminkan komitmen Chery untuk terus menunjukkan keamanan produk mereka. Setelah melakukan tes tabrak di China untuk membuktikan kekuatan rangka mobil, Indonesia dipilih untuk pengujian baterai. “Indonesia dipilih karena cuacanya cukup ekstrem. Ada banjir.Lembab,” pungkasnya.