Tutup
EkonomiEnergiPerbankan

Dirut Pertamina Buka Suara soal Stok BBM di SPBU Swasta Langka

413
×

Dirut Pertamina Buka Suara soal Stok BBM di SPBU Swasta Langka

Sebarkan artikel ini
dirut-pertamina-buka-suara-soal-stok-bbm-di-spbu-swasta-langka
Dirut Pertamina Buka Suara soal Stok BBM di SPBU Swasta Langka

Jakarta – Pertamina menepis tudingan monopoli impor Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah keluhan kelangkaan yang dialami sejumlah SPBU swasta.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa impor BBM tetap dilakukan oleh masing-masing badan usaha.

“Tidak ada impor satu pintu oleh Pertamina,” tegas Simon usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat (19/9) malam.

Simon menjelaskan, pemerintah telah mengalokasikan impor BBM kepada seluruh badan usaha, termasuk SPBU swasta.

Bahkan, alokasi impor untuk SPBU swasta telah ditingkatkan 10 persen menjadi 110 persen dibandingkan tahun 2024.

meski begitu, Simon mengakui, jika ada penambahan pasokan di luar alokasi yang sudah diberikan, pemerintah menyarankan kolaborasi dengan Pertamina.

“Penambahan tadi kita sudah sepakat untuk sama-sama berkolaborasi dengan Pertamina,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah SPBU swasta dilaporkan mengalami kelangkaan BBM, bahkan beberapa terpaksa tutup.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi PHK karyawan SPBU swasta.

Di sisi lain,tren konsumen beralih dari SPBU Pertamina ke SPBU swasta juga terpantau meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengakui adanya pergeseran konsumsi dari BBM subsidi ke non-subsidi.

Menurutnya, migrasi ini mencapai 1,4 juta kilo liter dan menjadi salah satu penyebab berkurangnya stok BBM di SPBU swasta.

Laode membantah isu kelangkaan BBM dan menegaskan alokasi volume BBM untuk SPBU swasta telah ditambah 10 persen dari tahun 2024.

Kementerian ESDM mendorong SPBU swasta untuk membeli BBM dari Pertamina guna mengatasi kekurangan stok BBM non-subsidi.