Painan – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur pasca-banjir bandang 2024, dengan fokus utama pada pembangunan kembali tiga jembatan gantung yang terputus. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat digandeng untuk merealisasikan proyek ini.
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni bersama Tim BNPB Pusat melakukan peninjauan langsung ke dua lokasi jembatan gantung yang terdampak banjir pada Selasa (19/8), yakni di Kampung Tanjung, Kecamatan Koto XI Tarusan, dan Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Darmansyah, Asisten I Setdakab Syahrizal Antoni, Kepala Dinas PU Yusfiyanti, Kepala Pelaksana BPBD Yuskardi, Kadis Kominfo Wendi, dan sejumlah pejabat lainnya.
Hendrajoni menjelaskan, kedatangan Tim BNPB Pusat adalah untuk melakukan verifikasi dan menindaklanjuti usulan Pemerintah kabupaten Pesisir Selatan terkait rencana pembangunan tiga jembatan gantung. Ketiga jembatan tersebut berlokasi di Nagari Koto Rawang,Limau Gadang Lumpo (Kecamatan IV Jurai),dan Duku (Kecamatan Koto XI Tarusan).
“Ya, sejauh ini memang belum dipastikan apakah pembangunan tiga unit jembatan gantung tersebut dilaksanakan oleh Kementerian PUPR atau BNPB Pusat. Kita tidak mempersoalkan hal itu. Yang jelas ketiga jembatan gantung itu sangat dibutuhkan masyarakat. Khusus jembatan gantung Koto Rawang telah menelan korban jiwa,” ungkap Hendrajoni.
Hendrajoni menambahkan, pembangunan ketiga jembatan gantung tersebut sangat mendesak karena menyangkut kepentingan masyarakat. Ia juga menginstruksikan dinas terkait, camat, dan walinagari setempat untuk segera melakukan pembebasan lahan yang diperlukan untuk pembangunan jembatan.
Selain meninjau jembatan gantung di kampung Tanjung, hendrajoni dan Tim BNPB Pusat juga melihat langsung kondisi jembatan darurat di Nagari Koto Rawang.
Di sela-sela peninjauan, Hendrajoni menyampaikan bahwa jembatan gantung Koto Rawang merupakan salah satu dari tiga jembatan gantung di Pesisir Selatan yang akan dibangun oleh pemerintah pusat pada tahun 2025.
“Jembatan gantung Koto Rawang merupakan akses penting bagi masyarakat dalam beraktivitas. Pasca bencana banjir terpaksa dibangun jembatan darurat.Namun kondisi jembatan darurat itu sangat memprihatinkan dan telah menelan korban jiwa dan luka-luka,” ujarnya.
Hendrajoni mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan telah mengusulkan pembangunan jembatan gantung Koto Rawang bersama beberapa jembatan gantung lainnya kepada pemerintah pusat.
“Alhamdulillah kini sudah titik terang bahwa tiga unit jembatan gantung di Kabupaten Pesisir Selatan akan dibangun oleh pemerintahan pusat tahun 2025. Apakah nanti dibangun dengan anggaran BNPB Pusat atau Kementerian PUPR, kita tidak mempersoalkan. Mana yang dahulu saja nanti,” pungkasnya.







