Tutup
Perbankan

Dorong Pembiayaan Hijau, Portofolio BNI Capai Rp13,37 Triliun

289
×

Dorong Pembiayaan Hijau, Portofolio BNI Capai Rp13,37 Triliun

Sebarkan artikel ini
dorong-pembiayaan-hijau,-portofolio-bni-capai-rp13,37-triliun
Dorong Pembiayaan Hijau, Portofolio BNI Capai Rp13,37 Triliun

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memacu kontribusinya dalam mendukung transisi energi di Indonesia, tercermin dari portofolio pembiayaan hijau yang mencapai Rp13,37 triliun per Mei 2025. Angka ini setara dengan 18,19 persen dari total portofolio kredit hijau BNI.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, pada Sabtu (5/7/2025) menjelaskan, pertumbuhan pembiayaan hijau ini didorong oleh ekspansi BNI pada proyek-proyek energi bersih.”Seperti pembangkit listrik tenaga surya, tenaga angin, tenaga air, dan biogas,” jelasnya.

Okki menambahkan, BNI terus berupaya mengurangi porsi pembiayaan untuk sektor migas dan batubara sebagai bagian dari strategi berkelanjutan. Hal ini dilakukan untuk mengelola eksposur terhadap sektor dengan intensitas karbon tinggi. “Sebaliknya,pembiayaan untuk sektor energi terbarukan terus kami tingkatkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu (5/7/2025).

Lebih lanjut, Okki mengatakan, BNI melihat potensi pembiayaan yang sangat menjanjikan di sektor green energy.Hal ini didorong oleh kebutuhan global dan nasional terhadap energi yang lebih bersih dan efisien, serta dukungan berupa kebijakan pemerintah seperti peta jalan Net Zero Emission 2060 dan taksonomi hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Okki, BNI juga mencermati peningkatan kebutuhan pembiayaan ramah lingkungan dari para pelaku usaha, baik dari kalangan korporasi maupun pelaku UMKM.

Okki melanjutkan, BNI aktif memperkuat peran sebagai katalis dalam pengembangan pembiayaan hijau nasional. “Ini kami wujudkan melalui penguatan berbagai instrumen pendanaan,seperti penerbitan green bonds,serta penerapan prinsip Environmental,Social,and Governance (ESG) dalam proses pembiayaan,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya pengelolaan risiko iklim, BNI telah melaksanakan uji ketahanan risiko iklim (climate risk stress testing/CRST) terhadap 50 persen portofolio kredit pada 2024 lalu. Inisiatif ini akan diperluas hingga mencakup 100 persen portofolio kredit pada tahun ini.Dengan berbagai langkah strategis ini, BNI menegaskan komitmen untuk terus mendorong transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Okki menambahkan,langkah ini mencerminkan kesiapan BNI dalam menghadapi potensi risiko perubahan iklim dan memperkuat ketahanan serta daya saing ekonomi nasional di era ekonomi hijau. Ia juga menyebutkan bahwa angka ini bertumbuh 2,9 persen secara year-to-date (YtD).