Tutup
News

Dosen UNP Pelajari Analisis Gaya Berjalan Klinis di Malaysia

203
×

Dosen UNP Pelajari Analisis Gaya Berjalan Klinis di Malaysia

Sebarkan artikel ini
dosen-unp-bidang-terapi-dan-rehabilitasi-olahraga-ikuti-advance-clinical-gait-course-di-malaysia
Dosen UNP Bidang Terapi dan Rehabilitasi Olahraga Ikuti Advance Clinical Gait Course di Malaysia

Padang – Dua dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP) mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi di bidang keolahragaan melalui pelatihan internasional di Malaysia. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UNP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dr. Ilham, S.Si., M.or., dan Dr. Liza, S.Si., M.Pd., dari departemen Kesehatan dan Rekreasi FIK UNP, mengikuti Advance Clinical Gait Course Seri 1 di Pusat Rehabilitasi PERKESO, Melaka, Malaysia, pada Jumat (22/7/2025) hingga Sabtu (23/7/2025). Keduanya merupakan ahli di bidang terapi dan rehabilitasi olahraga.

Pelatihan ini menjadi ajang pertemuan bagi para profesional dari Malaysia dan indonesia, termasuk dokter ortopedi, ortopedi anak, ilmuwan olahraga, ahli biomekanika, fisioterapis, dan praktisi klinis dari berbagai rumah sakit dan institusi pendidikan terkemuka.

Program ini terlaksana berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk ESMAC (Masyarakat Eropa untuk Analisis Gerakan pada Orang Dewasa dan Anak-anak), pusat Rehabilitasi PERKESO, Malaysia, dan Summit Features Sdn bhd.

Dr. Tamaya Van Criekinge dari Universitas Maastricht, instruktur ESMAC, dan Dr. Patricia Van de Walle dari Universitas Antwerp, yang juga instruktur ESMAC, memandu pelatihan ini.

Selama pelatihan, Dr. Ilham dan Dr. liza, bersama peserta lainnya, mendapatkan pelatihan langsung dalam menggunakan teknologi terkini untuk analisis gaya berjalan. Teknologi tersebut meliputi Sistem Vicon Motion Capture,Platform Gaya AMTI (Advanced Mechanical Technology,Inc.), dan Sistem EMG Nirkabel dari Cometa srl. Teknologi ini dipasang di Pusat Rehabilitasi PERKESO oleh Summit Features Sdn Bhd.

Keikutsertaan kedua dosen UNP ini menunjukkan komitmen universitas dalam meningkatkan kapasitas akademik dan profesional di bidang ilmu gerak, rehabilitasi olahraga, dan praktik terapi berbasis bukti. Selain itu, keterlibatan mereka juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas negara dan pengembangan keilmuan rehabilitasi di kawasan Asia Tenggara.