Padang Panjang – Universitas negeri Padang (UNP) menciptakan terobosan baru dengan alat pengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) cair. Inovasi ini menawarkan solusi alternatif untuk mengatasi masalah limbah plastik yang kian mengkhawatirkan.
Alat konversi ini merupakan hasil pengembangan tim dosen UNP melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Reaktor pirolisis yang dihasilkan diklaim ramah lingkungan.
Dori Yuvenda, Ketua Tim PKM, menjelaskan inovasi ini terletak pada sistem pembakaran, pemilihan material reaktor, dan dimensi reaktor yang lebih besar. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas produksi minyak cair dan efisiensi.
Kegiatan PKM bertajuk “perancangan Teknologi Reaktor Pirolisis Pengubah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak Cair dalam Rangka Mengurangi Limbah Sampah Perkotaan” ini dilaksanakan di TPS 3R Busur Bersinergi Kota Padang Panjang.
Penyerahan reaktor pirolisis kepada mitra telah dilakukan dan disaksikan oleh Kepala Dinas Perumahan,Kawasan Permukiman,dan Lingkungan hidup Kota Padang Panjang.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat, pendampingan operasional, pengujian, dan perawatan reaktor. Sesi berbagi mengenai proses pirolisis dan produk minyak cair juga menjadi bagian dari kegiatan ini.
Inovasi ini mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan dan sejalan dengan komitmen UNP dalam mendukung Tujuan pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12, 14, dan 15.







