Jakarta – Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan menggandeng lebih dari 800 peserta korporasi hingga kuartal pertama 2025.
Jumlah peserta korporasi mencapai 844 perusahaan, naik 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 759 perusahaan.
Selain itu, DPLK Syariah Muamalat juga mencatat lebih dari 123 ribu peserta individu.
Executive Director DPLK Syariah Muamalat, Aznovri Kurniawan, menyatakan peningkatan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan korporasi terhadap perencanaan keuangan jangka panjang.
dana kelolaan DPLK Syariah Muamalat mencapai Rp1,76 triliun hingga Maret 2025, tumbuh 4,1 persen sejak Desember 2024 (year-to-date).
Hasil investasi DPLK Syariah Muamalat juga menunjukkan kinerja positif dengan mencapai 6,6 persen selama setahun terakhir.
“alhamdulillah nilai aktiva bersih (NAB) juga mengalami pertumbuhan. Hal ini menjadi komitmen kami mengelola dana pensiun yang amanah dan profesional,” ujar Aznovri.
DPLK Syariah Muamalat menetapkan tiga pilar strategi bisnis: pertumbuhan bisnis yang solid, optimalisasi investasi dan tata kelola, serta peningkatan layanan dan digital.
Untuk mewujudkan strategi tersebut, DPLK syariah Muamalat memaksimalkan distribusi produk melalui jaringan kantor cabang Bank Muamalat dan menggandeng mitra strategis.
Perusahaan juga menambah paket investasi sesuai profil risiko dan kebutuhan peserta, serta melakukan perubahan core system untuk meningkatkan pelayanan dan mengakselerasi transformasi digital.
“Kami terus berkomitmen dan berperan aktif dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat melalui berbagai sarana edukasi,” pungkas Aznovri.







