Tutup
News

DPR Minta Kementerian Percepat Pemulihan IPA Perumda AM

205
×

DPR Minta Kementerian Percepat Pemulihan IPA Perumda AM

Sebarkan artikel ini
anggota-dpr-ri-zigo-rolanda-perjuangkan-bantuan-pemulihan-ipa-perumda-am-pada-kementrian
Anggota DPR RI Zigo Rolanda Perjuangkan Bantuan Pemulihan IPA Perumda AM pada Kementrian

Padang – Anggota DPR RI, Zigo Rolanda, meninjau langsung kerusakan intake Perumda air Minum (PDAM) Kota Padang akibat banjir bandang, Jumat (28/11/2025).

Zigo meminta Pemerintah Kota Padang segera mendata seluruh kerusakan akibat banjir. Data ini akan diserahkan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat penanganan.

peninjauan ini bertujuan memastikan pasokan air bersih kembali normal pascabencana. Dua intake PDAM menjadi fokus utama, yaitu Intake Kampung Koto dan Intake Lubuk Paraku, karena terdampak parah oleh banjir dan lumpur.

Dalam kunjungan tersebut, Zigo didampingi oleh wali kota Padang, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Kepala Balai BPBPK Sumbar, Kepala Balai P3KP Perumahan Sumatera III, perwakilan BWS sumatera V, dan Direktur Utama PDAM Kota Padang.

Intake Kampung Koto di Kecamatan Nanggalo menjadi lokasi peninjauan pertama. Intake berkapasitas 500 liter per detik ini lumpuh total akibat sedimen dan material yang menutup aliran air. Proses pembersihan terus diupayakan agar suplai air bersih segera pulih.

Selanjutnya, rombongan meninjau Intake Lubuk Paraku yang juga mengalami kondisi serupa. Intake berkapasitas 200 liter per detik ini menjadi prioritas untuk pembersihan dan perbaikan agar air dapat kembali mengalir ke rumah-rumah warga.

“Kita minta Pemerintah Kota merangkum seluruh data kerusakan akibat banjir. Data itu disiapkan untuk diserahkan kepada kementerian terkait demi percepatan penanganan lanjutan,” ujar Zigo.

Selain itu, arahan Presiden Prabowo terkait relokasi juga menjadi pembahasan. Pemerintah menyiapkan rumah khusus bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah Kota menyediakan lahan, sementara kementerian membangun hunian layak bagi warga terdampak.

Kedatangan Zigo disambut oleh jajaran direksi Perumda Air Minum kota Padang, termasuk Direktur Utama Hendra Pebrizal, Direktur Umum Afrizal Kuning, dan Direktur Teknik Andi Satria. zigo menegaskan bahwa kebutuhan air bersih harus menjadi prioritas utama bagi warga.

“Air bersih adalah kebutuhan paling mendesak. Saya minta BPPW segera mengerahkan HU ke posko-posko pengungsian agar warga langsung terbanu,” tegasnya.

Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menjelaskan kondisi instalasi pengolahan air saat ini. Beberapa IPA membutuhkan waktu perbaikan yang berbeda-beda sesuai tingkat kerusakan.

“Untuk IPA yang kerusakannya tidak terlalu parah diharapkan bisa tuntas dalam 3-4 hari. Namun untuk IPA dengan kerusakan parah membutuhkan waktu lebih lama lagi. Untuk sementara kami akan coba pendistribusian air bersih secara bergiliran supaya penyaluran tetap merata. Semoga kondisi bahan baku air juga semakin membaik,” kata hendra.

Hendra menjelaskan bahwa tingginya kekeruhan air menjadi penyebab utama terhentinya proses pengolahan. Instalasi tidak mampu beroperasi pada tingkat kekeruhan ekstrem.

“Instalasi hanya mampu mengolah kekeruhan di bawah 10.000. Saat ini kekeruhan mencapai 29.400,praktis setara lumpur. Jika dipaksakan, infrastruktur bisa rusak,” jelas Hendra.

petugas terus membersihkan intake setiap kali hujan mereda. Namun,endapan kembali menumpuk akibat curah hujan tinggi sehingga normalisasi belum optimal.

“Semua upaya ini dilakukan agar pelayanan pendistribusian air kepada masyarakat Kota Padang dapat segera kembali normal,” tambah Adhie Zein.

Gangguan distribusi air akibat banjir membuat bantuan hidran Umum (HU) dan suplai air bersih menjadi prioritas. Kolaborasi antara balai teknis dan pemerintah daerah memegang peran penting dalam pemulihan layanan.

“Akses cepat sangat menentukan kenyamanan warga yang kini bertahan di posko,” ujar Adhie.

Kepala BPPW Sumbar menyatakan dukungan lapangan telah disiapkan. Ia memastikan 58 unit HU dan kendaraan water tanker siaga untuk memperkuat suplai air bersih ke posko banjir.