Padang – DPRD Sumatera Barat (Sumbar) memberikan dukungan penuh terhadap simulasi penanggulangan gempa dan tsunami yang digelar oleh Pemerintah Kota Padang. Dukungan ini diberikan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.
Sekretaris DPRD Sumbar, Maifrizon, menegaskan bahwa gedung DPRD Sumbar sangat layak dijadikan tempat evakuasi sementara.”Gedung DPRD ini ramah gempa. Halamannya luas yang bisa dimanfaatkan untuk tempat menyelamatkan diri saat gempa dan tsunami terjadi,” ujarnya saat meninjau simulasi, Rabu (5/11).
Pemerintah Kota Padang sendiri menggelar simulasi yang melibatkan 200 ribu warga dari 55 kelurahan di delapan kecamatan.
Simulasi ini bertujuan menguji kesiapan masyarakat, petugas, peralatan, dan rumah sakit dalam menghadapi ancaman gempa dan tsunami.Personel dari berbagai unsur, termasuk TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, dan ASN Pemkot Padang, turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Menurut kajian risiko bencana Kota Padang tahun 2023, seluruh kelurahan yang terlibat simulasi berada di wilayah pesisir pantai yang rawan terdampak gempa dan tsunami.
Delapan kecamatan yang dimaksud meliputi Bungus Teluk Kabung,Koto Tangah,Nanggalo,Padang Barat,Padang Selatan,Padang Timur,dan Padang Utara.
Peserta simulasi berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa sekolah dasar hingga mahasiswa, serta perwakilan dari hotel, rumah sakit, perusahaan swasta, dan pasar.
Simulasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali tanda-tanda gempa berpotensi tsunami, melakukan evakuasi mandiri, mengikuti arahan evakuasi, dan berkoordinasi dengan petugas di lapangan.
Simulasi dimulai tepat pukul 10.00 WIB dengan bunyi sirene sebagai tanda peringatan gempa dan tsunami. Petugas kemudian mengarahkan warga untuk segera menyelamatkan diri ke tempat evakuasi yang telah ditentukan, dengan target waktu evakuasi 20-30 menit.
Perwakilan Komunitas Siaga Bencana (KSB) Ulakkarang Utara, Elfin, menyampaikan apresiasi atas fasilitas yang diberikan DPRD Sumbar. “Kita diterima dengan baik dan kita difasilitasi apa yang diperlukan, seperti pengeras suara diberikan, pagar dibuka dan pintu juga dibuka,” katanya.







