Tutup
NewsPolitik

DPRD Sumbar Gencarkan Rehabilitasi, Tekan Angka Narkoba Meningkat

187
×

DPRD Sumbar Gencarkan Rehabilitasi, Tekan Angka Narkoba Meningkat

Sebarkan artikel ini
evi-yandri-minta-masyarakat-yang-keluarganya-pecandu-narkoba-tak-patah-arang
Evi Yandri Minta Masyarakat yang Keluarganya Pecandu Narkoba Tak Patah Arang

Padang – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas narkoba. Ia menekankan pentingnya rehabilitasi dan peran aktif masyarakat.

Penegasan ini disampaikan saat Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Mushalla Al-Jannah, Limau Manis Selatan, kecamatan Pauh, Sabtu (21/2/2026).

Evi Yandri menghadirkan dua mantan penyintas narkoba yang berbagi pengalaman pahit dan rasa syukur bisa kembali hidup normal setelah rehabilitasi.

“Jika ada anak atau keluarga yang menjadi pecandu, jangan patah arang,” ujar Evi Yandri. “Jangan langsung berpikir penjara adalah satu-satunya jalan, karena mereka masih bisa direhabilitasi.”

Legislator dari Partai Gerindra ini menambahkan bahwa rehabilitasi terbukti mampu memulihkan banyak penyintas. Mereka bisa kembali berinteraksi secara wajar di lingkungan sosial.

“Sudah banyak yang pulih dan kembali hidup normal di masyarakat. Inilah yang kami sampaikan dalam safari Ramadhan sebagai bentuk edukasi,” katanya.

Menurut kajian, penyalahgunaan narkoba seringkali bermula dari lingkungan pertemanan. Bahkan, 88 persen pengguna pertama kali mendapat narkoba dari teman.

“Jadi, lingkungan itu sangat penting untuk kita jaga agar terhindar dari pengaruh buruk,” tegasnya.

Evi Yandri juga menekankan pentingnya pengawasan keluarga dan lingkungan terdekat. Data menunjukkan bahwa jumlah masyarakat yang terjerat narkoba terus meningkat.

Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari menutup pintu masuk peredaran, memperkuat sosialisasi bahaya narkoba, meningkatkan pengawasan, hingga menyediakan rehabilitasi.

“Saya mengajak semua pihak untuk melakukan apapun yang bisa mencegah penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya. “Awasi keluarga, sebarkan informasi, atau adakan sosialisasi. semakin banyak yang terlibat, semakin besar manfaatnya.”