Tutup
Perbankan

Ekonomi Iran Vs Israel, Siapa Lebih Mempengaruhi Dunia?

280
×

Ekonomi Iran Vs Israel, Siapa Lebih Mempengaruhi Dunia?

Sebarkan artikel ini
ekonomi-iran-vs-israel,-siapa-lebih-mempengaruhi-dunia?
Ekonomi Iran Vs Israel, Siapa Lebih Mempengaruhi Dunia?

Jakarta – Konflik militer antara Iran dan Israel telah memicu kekhawatiran global, terutama mengenai potensi dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dunia. Eskalasi ketegangan ini berpotensi mengganggu arus perdagangan di kawasan Timur Tengah.

Salah satu dampak yang paling dikhawatirkan adalah terganggunya lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, sebuah jalur strategis yang menjadi tumpuan bagi sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Direktur Eksekutif Center of Economic adn Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyoroti dampak langsung dari konflik ini terhadap harga minyak dunia. “harga minyak mentah langsung naik 7% ketika terjadi eskalasi konflik Israel-Iran,” ujarnya di Jakarta, kamis.

Bhima juga menyoroti adanya ketidakseimbangan lain yang dapat memperburuk situasi ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa “Di sisi lain permintaan untuk barang-barang dari industri pengolahan melemah. Hal ini yang (menimbulkan risiko) perdagangan global menurun.”

Situasi yang tidak menguntungkan ini,menurut Bhima,memberikan tekanan pada dunia usaha. “Sehingga perlambatan ekonomi makin terasa dan diproyeksikan memang pertumbuhan ekonomi global hanya 2-2,3% di tahun 2025,” tambahnya.

Selain dampak global, kondisi ekonomi Iran dan Israel juga menjadi sorotan. Berdasarkan data dari statista, Jumat, sebelum konflik dengan Israel, Produk Domestik Bruto (PDB) Iran tercatat sekitar USD 401,36 miliar (Rp6,5 kuadriliun) pada tahun 2024. Statistik menunjukkan bahwa “Dari tahun 1980 hingga 2024, PDB Iran telah meningkat menjadi sekitar 305,51 miliar USD (Rp 5 kuadriliun), meskipun peningkatan tersebut mengikuti lintasan yang tidak merata daripada tren kenaikan yang konsisten.”

Sementara itu, PDB Israel di tahun 2025 mencapai USD 583 miliar. Pertumbuhan PDB negara tersebut tercatat sebesar 1,6% pada tahun 2024, dengan PDB per kapita mencapai USD 57.379 di tahun 2025.