Tutup
Perbankan

Ekonomi Kreatif Pacu Penyerapan Tenaga Kerja Hingga 2025

212
×

Ekonomi Kreatif Pacu Penyerapan Tenaga Kerja Hingga 2025

Sebarkan artikel ini
bps:-ekonomi-kreatif-serap-tenaga-kerja-27,4-juta-pada-2025
BPS: Ekonomi Kreatif Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta pada 2025

Jakarta – Sektor ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia semakin menunjukkan kontribusinya bagi perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor ini menyumbang 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional pada tahun 2025.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa jumlah tenaga kerja di sektor ekraf mencapai 27,40 juta jiwa pada tahun 2025.

Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 26,48 juta jiwa atau 18,30 persen.

“tahun 2025, tenaga kerja ekonomi kreatif memberikan sumbangsih sebesar 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional,” ujar Amalia dalam acara penyerahan video kreatif Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).

Jawa Barat menjadi provinsi dengan penyerapan tenaga kerja ekraf tertinggi, mencapai 6,24 juta orang.

“Tiga provinsi dengan penyerapan tenaga kerja ekraf tertinggi adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang mencapai 57,81 persen dari total tenaga kerja ekonomi kreatif di Indonesia,” jelas Amalia.

Amalia menekankan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai momentum untuk memotret sektor ekonomi kreatif secara lebih rinci.

SE2026 diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap mengenai jumlah pelaku usaha kreatif, mulai dari kuliner, fashion, game, musik, film, desain, hingga konten digital, termasuk lokasi dan skala usaha mereka.

Data yang terkumpul akan menjadi basis penghitungan PDB ekonomi kreatif dan menjadi landasan bagi survei-survei khusus di masa depan.

Dalam rangkaian penutupan Rapat Koordinasi Teknis dan Evaluasi Kegiatan 2025 BPS, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyerahkan materi Public Service Proclamation (PSA) SE 2026 kepada Kepala BPS RI, amalia Adininggar Widyasanti.

Upaya ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif untuk mendukung agenda besar nasional dalam SE2026.

Materi PSA tersebut akan menjadi materi sosialisasi resmi BPS dan disebarkan melalui berbagai kanal komunikasi publik untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam SE2026.

Amalia mengapresiasi dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif serta keterlibatan animator muda dalam produksi PSA SE 2026.

“Kolaborasi BPS dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif ini akan menjadi landasan komitmen kami untuk terus menghadirkan data yang lebih kaya, akurat, dan berdampak yang menjadi fondasi Bapak Menteri Ekraf untuk pengembangan ekonomi kreatif Indonesia,” pungkas Amalia.