Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pesimismenya terhadap pencapaian target penerimaan pajak tahun ini. Kondisi ekonomi Indonesia yang belum menggembirakan menjadi penyebab utama.
Purbaya menegaskan, sulitnya mencapai target bukan disebabkan oleh kinerja pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
“Makanya target Anda susah dicapai, saya pernah bilang di meeting besar, bukan salah orang pajak itu tidak tercapai, karena ekonominya turun,” ujar Purbaya dalam rapat di Jakarta, Jumat (7/11), seperti dikutip dari akun Tiktok @purbayayudhis.
Menkeu memahami bahwa masyarakat mungkin kurang memperhatikan kondisi ekonomi. ia pun meminta pegawai DJP untuk terus bekerja keras mengoptimalkan penerimaan pajak.
Purbaya melihat adanya sinyal positif dari upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian. Ia berharap penerimaan pajak akan segera meningkat.
“Mudah-mudahan nanti pajaknya agak membaik sedikit. Saya harapkan target-target bisa tercapai,” katanya.
Optimisme juga diungkapkan Purbaya untuk penerimaan pajak tahun 2026. Ia meyakini ekonomi Indonesia akan membaik dan penerimaan pajak akan ikut terkerek naik.
“Kita akan dorong tumbuhnya ke 6 persen, itu harusnya kalau rasio kita betul itu private sector-nya bisa jalan, bisa,” imbuhnya.
Sebagai informasi,pemerintah menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp2.076,9 triliun pada tahun 2025.
Hingga September 2025, realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp1.295,3 triliun atau 62,4 persen dari target.
Realisasi ini juga menunjukkan penurunan sebesar 4,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.354,9 triliun.







