Tutup
EkonomiNewsPerdagangan

Ekspor Pertanian Melesat, Indonesia Buktikan Swasembada Pangan!

273
×

Ekspor Pertanian Melesat, Indonesia Buktikan Swasembada Pangan!

Sebarkan artikel ini
mendag-busan-kasih-bukti-ri-swasembada-pangan
Mendag Busan Kasih Bukti RI Swasembada Pangan

Jakarta – Kabar baik datang dari sektor pertanian Indonesia. Ekspor pertanian melonjak 38,25 persen pada periode Januari-Agustus 2025.

Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor pertanian mencapai US$4,57 miliar. Angka ini naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya US$3,30 miliar.

Menteri Perdagangan Budi santoso menyebut peningkatan ini sebagai indikasi positif swasembada pangan.

“Pertanian ini ekspornya meningkat tajam 38,25 persen. Artinya, ini mengindikasikan bahwa swasembada pangan ada,” kata Budi di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Data Kementerian perdagangan merinci ekspor komoditas pertanian. Kakao dan olahan kakao mencatatkan nilai US$2,52 miliar.

Kopi, teh, mate, dan rempah-rempah menyumbang US$2,22 miliar. Sementara itu, ekspor ikan, krustasea, moluska, serta invertebrata air lainnya mencapai US$2,67 miliar.

Ekspor nabati tercatat sangat tinggi, mencapai US$23,02 miliar. Buah dan buah tempurung yang dapat dimakan menyumbang US$954 juta.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekspor Indonesia pada Januari-Agustus 2025 mencapai 7,7 persen.

Kinerja ekspor ini sejalan dengan surplus neraca perdagangan yang terus berlanjut. Indonesia mencatatkan surplus selama 64 bulan berturut-turut sejak 2020.

Surplus perdagangan meningkat 53,3 persen. Dari US$19 miliar pada Januari-Agustus 2024, menjadi US$29 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kinerja ekspor melalui berbagai perjanjian dagang dengan negara lain.

Saat ini, Indonesia memiliki 24 perjanjian dagang. Perjanjian ini meliputi Preferential Trade Agreement (PTA), Free Trade Agreement (FTA), dan Extensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan 30 negara.