jakarta – Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, umumkan pendirian partai politik baru bernama “America Party”. Langkah ini menjadi alternatif dari dominasi partai Demokrat dan Republik di Amerika Serikat.
Pengumuman ini muncul hanya beberapa hari setelah Musk mengancam akan membentuk partai sendiri.
Musk menyatakan “Partai Amerika” bertujuan mengembalikan kebebasan warga AS. Strateginya adalah memusatkan kekuatan di titik-titik strategis, meniru taktik Epaminondas dalam mengalahkan Sparta di Leuctra.
Donald Trump merespons kritik Musk terkait “perbudakan utang” yang dilakukan partai Republik dengan ancaman pemangkasan subsidi kendaraan listrik dan penyelidikan pengeluaran SpaceX.
Trump bahkan menyebut tindakan ini bisa memaksa Musk menutup bisnisnya dan kembali ke Afrika Selatan.
Setelah mengumumkan pendirian partai, Musk memaparkan visi dan misi “Partai Amerika”. namun, ia menegaskan tidak akan mencalonkan diri sebagai Presiden AS.
Visi dan misi partai mencakup pengurangan utang negara, modernisasi militer melalui AI dan robotika, serta pengaturan sektor energi.
Pendirian “Partai Amerika” mendapat sambutan positif dari sejumlah tokoh, termasuk Anthony Scaramucci, mantan direktur komunikasi Gedung Putih, dan investor Mark Cuban.
Mereka menyarankan Musk untuk menghubungi Center for Competitive Democracy agar partainya dapat masuk dalam surat suara pemilih.
Investor utama Tesla kini tengah mengamati dampak langkah politik Musk terhadap perusahaan.
Kepala Eksekutif Azoria, James Fishback, menyatakan penundaan dana yang diperdagangkan di bursa hingga dewan Tesla memperjelas ambisi politik Musk, karena kepercayaan pemegang saham terus menurun.







