Tutup
EkonomiEmasInvestasiPerbankan

Emas Melesat: Harga Rekor Tercipta, Investor Cermati Peluang

125
×

Emas Melesat: Harga Rekor Tercipta, Investor Cermati Peluang

Sebarkan artikel ini
sampai-kapan-harga-emas-naik-terus?
Sampai Kapan Harga Emas Naik Terus?

Jakarta – Harga emas terus mencetak rekor baru, baik di pasar global maupun domestik. Kenaikan harga emas ini menimbulkan pertanyaan besar: sampai kapan tren positif ini akan bertahan?

Di pasar dalam negeri,harga emas Antam telah menembus angka Rp3 juta per gram di berbagai platform e-commerce.

Pantauan harga emas Antam di Tokopedia menunjukkan angka Rp3,094 juta per gram. Sementara itu, di Shopee, harga emas Antam bahkan lebih tinggi, mencapai Rp3,246 juta per gram.

Blibli menjual emas Antam dengan harga Rp3,055 juta per gram.TikTok Shop dan Lazada masing-masing menawarkan harga Rp3,092 juta dan Rp3,094 juta per gram.

Lonjakan harga emas juga terjadi di pasar global. Harga emas dunia mencetak rekor baru dengan menembus level US$4.940 per troy ons.

Kenaikan harga emas ini dipicu oleh sejumlah faktor. Di antaranya adalah ketegangan geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi global.

Investor melihat emas sebagai aset yang aman (safe haven) di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

pengamat pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, memprediksi tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut hingga tahun 2028. Hal ini seiring dengan dinamika global yang belum stabil.

Ibrahim menilai kebijakan mantan Presiden AS Donald Trump memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi global. Kondisi ini mendorong investor mencari aset yang aman seperti emas.

Ia bahkan memproyeksikan harga emas dunia bisa mencapai US$5.500 per troy ons pada tahun 2026. Potensi lonjakan harga global bisa mencapai US$3.500 per ons.

Konflik Rusia-Ukraina, ketegangan antara Uni Eropa dan AS, serta isu Greenland yang memicu friksi NATO, turut memicu gejolak pasar. Kondisi ini membuat emas semakin diminati. Pelemahan nilai tukar rupiah juga memperkuat tekanan kenaikan harga emas di dalam negeri.

Namun, Ibrahim mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati sebelum berinvestasi emas pada harga saat ini.

“Bagi pemula,belilah dengan cara mencicil,bisa melalui Pegadaian atau bullion bank. Jangan langsung beli besar,” sarannya.

Pengamat pasar keuangan lainnya, Ariston Tjendra, juga melihat potensi kenaikan harga emas hingga 2026. Pendorongnya adalah penurunan suku bunga acuan AS, kebijakan tarif resiprokal Trump, dan ketidakpastian global.

“Ada kemungkinan bisa naik hingga US$5.000 sampai US$6.000 per troy ons,” ujar Ariston.

Namun, Ariston mengingatkan bahwa harga emas saat ini sangat fluktuatif dan tidak cocok untuk spekulasi jangka pendek.

Sebelumnya,harga emas Antam mencetak rekor pada Jumat (23/1). Harga 1 gram mencapai Rp2,880 juta, naik Rp90 ribu dibandingkan hari sebelumnya.

Di pasar global, harga emas dunia naik 2,07 persen ke level US$4.936,29 per troy ons pada Kamis (22/1). Sempat menyentuh US$4.940,40 per troy ons.