Tutup
News

Endarmy Beri Modal UMKM Pariaman, Hindarkan Jeratan Rentenir dan Pinjol

396
×

Endarmy Beri Modal UMKM Pariaman, Hindarkan Jeratan Rentenir dan Pinjol

Sebarkan artikel ini
endarmy-salurkan-modal-usaha-ringan-untuk-umkm-di-pariaman
Endarmy Salurkan Modal Usaha Ringan untuk UMKM di Pariaman

Parik Malintang – Upaya memutus rantai jeratan rentenir dan pinjaman online (pinjol) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman terus dilakukan. Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Sumatera barat, Endarmy, mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan modal usaha sebagai wujud kepeduliannya.

Bantuan modal usaha ringan tersebut disalurkan secara langsung kepada para pelaku UMKM, terutama yang bergerak di sektor kuliner sarapan pagi. Pada tahap awal, bantuan senilai Rp500 ribu per orang diberikan kepada 50 pelaku UMKM.

Endarmy menjelaskan bahwa seluruh bantuan berasal dari dana pribadinya,sebagai bentuk komitmen dan kepedulian terhadap pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

“Modal kecil ini mungkin terlihat sederhana, tapi bagi ibu-ibu penjual lontong, bubur, dan nasi goreng di pagi hari, ini sangat berarti. Kita ingin mereka tidak lagi terjebak pinjol atau rentenir yang justru membebani ekonomi rumah tangga,” ujar Endarmy yang juga menjabat sebagai Ketua Gerakkan Restorasi Peagang dan UKM (GARPU) Sumbar sayap Partai NasDem.

Program ini difokuskan kepada para perempuan pelaku UMKM yang setiap pagi membuka usaha kuliner untuk menopang penghasilan keluarga.Selain di Padang Pariaman, bantuan serupa juga disalurkan kepada pelaku UMKM di Kota Pariaman.

Anggota Komisi V DPRD Sumbar itu menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ekonomi rakyat kecil.”Kita mulai dari 20 UMKM dulu, tapi insyaallah ini akan terus berkembang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Endarmy juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam menghadirkan skema pembiayaan mikro yang mudah diakses dan ramah bagi UMKM. Hal ini bertujuan agar mereka tidak lagi menjadikan pinjaman ilegal sebagai satu-satunya jalan keluar. “UMKM jangan hanya dijadikan jargon dalam pidato-pidato seremonial. Mereka harus benar-benar disentuh dan diberdayakan, karena di sanalah wajah ekonomi rakyat yang sesungguhnya,” pungkasnya.