Tutup
EnergiKoperasiNews

ESDM Tingkatkan Kompetensi SDM, Serap Tenaga Kerja Lokal

224
×

ESDM Tingkatkan Kompetensi SDM, Serap Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini
kementerian-esdm-perkuat-sdm-dan-buka-276-ribu-peluang-kerja-setahun-terakhir
Kementerian ESDM Perkuat SDM dan Buka 276 Ribu Peluang Kerja Setahun Terakhir

Jakarta – Kebijakan pro-rakyat di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan hasil positif dalam satu tahun terakhir.

Pemerintah tak hanya fokus membangun infrastruktur energi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Tujuannya agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, koperasi, dan BUMD.

Proyek energi juga ditempatkan di luar pusat industri agar dampaknya merata.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan, transformasi ini berdampak pada perubahan struktur ekonomi dan peningkatan kualitas SDM.

“Transformasi ini tidak hanya berdampak perubahan struktur ekonomi, tetapi juga perbaikan mutu manusia sebagai subyek pembangunan,” kata Bahlil, Minggu (26/10/2025).

Kementerian ESDM mencatat, puluhan ribu tenaga kerja sektor energi dan pertambangan telah memperoleh pelatihan dan sertifikasi.

Hal ini menciptakan lebih dari 276 ribu peluang kerja baru dari proyek hilirisasi di berbagai daerah.

“Aneka program (ESDM) membuat ibu-ibu bisa menjahit hingga malam, anak-anak belajar dengan cahaya terang, nelayan hasil tangkapannya lebih awet,” ujar Bahlil.

Upaya ini menunjukkan pembangunan energi tak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.Dari sisi fiskal, realisasi Penerimaan Negara bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM hingga semester I 2025 mencapai Rp183,3 triliun atau 71,99 persen dari target.

Pendapatan ini berasal dari subsektor mineral dan batubara sebesar Rp100,2 triliun serta migas sebesar Rp73,3 triliun.

Iklim investasi di sektor ESDM juga positif. Hingga Agustus 2025, realisasi investasi menembus US$17,20 miliar, meningkat 8,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$15,85 miliar).

Kontribusi terbesar berasal dari subsektor migas sebesar US$10,22 miliar dan minerba sebesar US$3,80 miliar.

“Presiden Prabowo telah memandu dengan tepat dan tegas arah baru (kebijakan sektor ESDM) terhadap amanat konstitusi tersebut,” tegas Bahlil.

Bahlil menilai capaian ini sebagai sinyal kuat bahwa strategi hilirisasi berjalan sesuai arah.

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, kebijakan ini juga membuka peluang bagi daerah untuk mengembangkan industri bernilai tambah dan memperluas basis penerimaan pajak.