Tutup
News

Evi Yandri Aktif Edukasi Masyarakat, Cegah Narkoba

144
×

Evi Yandri Aktif Edukasi Masyarakat, Cegah Narkoba

Sebarkan artikel ini
evi-yandri-narasumber-bimtek-tentang-sosialisasi-pencegahan,-pemberantasan,-penyalahgunaan-dan-peredaran-gelap-narkotika
Evi Yandri Narasumber Bimtek Tentang Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika

Padang – Wakil Ketua DPRD sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, menekankan pentingnya pencegahan narkoba dengan menghadirkan mantan pecandu sebagai bukti nyata bahayanya.Hal ini disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Hotel Axana, Jumat (14/11/2025).

evi Yandri menghadirkan tiga mantan pecandu narkoba yang telah sembuh dan dirawat oleh Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI), beserta Ketua YPJI Syafrizal.

Menurut Evi Yandri, ketiga mantan pecandu tersebut sebelumnya mengalami kecanduan berat hingga nyaris mengalami gangguan kejiwaan.

Dengan menghadirkan mereka, Evi Yandri berharap peserta bimtek lebih memahami bahaya narkoba atau NAPZA.

“Dengan mengetahui bahaya NAPZA, peserta Bimtek dapat mengantisipasi ancaman narkoba di keluarga mereka, memberikan pengetahuan yang lebih, serta melaporkan praktik atau korban narkoba kepada pihak berwajib atau YPJI,” ujarnya.

Evi Yandri menambahkan,masalah NAPZA sulit diatasi karena kombinasi faktor ekonomi,sosial,hukum,psikologis,dan teknologi.Selama permintaan tinggi dan jaringan sindikat kuat, masalah narkoba akan terus berlanjut.

sosialisasi P4GN ini sesuai dengan Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (Napza).

Ketua YPJI, Syafrizal, menjelaskan bahwa yayasannya telah berdiri sejak tahun 2014 dan menangani korban pecandu narkoba dari kasus ringan hingga berat.Syafrizal menekankan perbedaan rehabilitasi dengan lembaga permasyarakatan (rumah tahanan).

Di tahanan, pecandu masih dapat berkomunikasi dengan bandar narkoba, bahkan mendapatkan ilmu baru yang memperburuk keadaan setelah keluar.

“Di tempat rehabilitasi, mereka diawasi lebih ketat, tidak bisa memegang HP, ada CCTV, dan dirawat lebih fokus. Mereka juga wajib mengganti akun media sosial agar tidak bisa dihubungi oleh pihak luar,” jelas Syafrizal.

Saat ini,YPJI telah merawat ratusan orang,dan sebagian telah sembuh bahkan bekerja untuk memerangi narkoba.