Tutup
Perbankan

Fasilitas Pusat Daur Ulang Sampah di Pariaman Tidak Termanfaatkan, Padahal Kapasitasnya Bisa Capai 10 Ton Per Hari

284
×

Fasilitas Pusat Daur Ulang Sampah di Pariaman Tidak Termanfaatkan, Padahal Kapasitasnya Bisa Capai 10 Ton Per Hari

Sebarkan artikel ini
fasilitas-pusat-daur-ulang-sampah-di-pariaman-tidak-termanfaatkan,-padahal-kapasitasnya-bisa-capai-10-ton-per-hari
Fasilitas Pusat Daur Ulang Sampah di Pariaman Tidak Termanfaatkan, Padahal Kapasitasnya Bisa Capai 10 Ton Per Hari

Pariaman – pemerintah Kota Pariaman menargetkan pengoperasian pusat Daur Ulang (PDU) sampah di Desa Tungkal Utara, Kecamatan pariaman Utara, paling lambat Agustus 2025. Target ini diungkapkan saat kunjungan lapangan yang dilakukan oleh sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait.

Menurut keterangan yang disampaikan,kunjungan lapangan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Pariaman,Wakil Wali Kota,serta Direktur Politeknik Pelayaran Sumatera Barat (Poltekpel Sumbar).Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menjelaskan bahwa peninjauan PDU merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah kota dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah. “Fasilitas ini bukti nyata komitmen kita terhadap lingkungan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sampah dapat menjadi sumber daya bernilai ekonomi jika dikelola dengan baik. “Untuk mewujudkannya, kami akan mengoprasikan PDU ini paling lambat Agustus 2025 ini,” tegasnya.

PDU sampah Kota Pariaman dibangun melalui bantuan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (Ditjen PS LB3) pada tahun anggaran 2021, yang berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

yota Balad menyayangkan PDU tersebut belum beroperasi sejak didirikan. “Ini sangat kita sayangkan karena kapasitas dari PDU ini bisa 10 ton per hari dengan fasilitas mesin pencacah baik organik maupun non organik dan mesin pembuat kompos,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan rencana kolaborasi untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Pariaman. “Kita akan lakukan kolaborasi bagaimana sampah di Kota pariaman bisa terselesaikan. Karena sampah saat ini bisa mencapai 30 ton/hari dan kita usahakan bisa diolah disini,” jelasnya.

Menanggapi tawaran kolaborasi tersebut, Direktur Poltekpel Sumbar, Budi Rianto, menyatakan kesediaan Poltekpel Sumbar untuk membantu. “pada prinsipnya kita bersedia membantu,” katanya. Ia menambahkan bahwa sebagai perguruan tinggi di bawah Kementerian Perhubungan, Poltekpel Sumbar memiliki tugas pengabdian dan penelitian. “Kami akan support. apalagi terkait masalah sampah. Kami bersama tim teknis bahkan mahasiswa melakukan sebisa kami, sehingga masalah sampah ini bisa terselesaikan,” pungkasnya.